full screen background image

Terkendala Data, Bantuan Belum Turun


MUARA RUPIT, PE – Berdalih terkendala data para korban pasca banjir Senin malam (28/3) lalu yang merendam pemukiman penduduk di 14 desa dalam tiga kecamatan yakni Kecamatan Rupit, Karang Jaya dan Kecamatan Rawas Ulu, sehingga Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) belum dapat menurunkan bantuan kemanusiaan.
Kepala Dinsos Muratara, Zainal Arifin Daud mengatakan, sudah tiga hari ini pihaknya berusaha keras untuk mengumpulkan data masyarakat yang menjadi korban banjir, tetapi belum lengkap secara keseluruhan. Sebab komunikasi ke setiap desa itu terputus, karena arus listrik sudah 2 hari mati total.
“Untuk bantuan sekarang sudah hampir terkumpul semua, tinggal menunggu jumlah korban banjir. Kita hendaknya segera memberikan bantuan ini, tetapi masih ada data desa yang belum diterima,” bebernya.
Dia menjelaskan sudah berulang kali meminta Kepala Desa (Kades) untuk mengumpulkan data masyarakat yang terkena banjir, sementara pihaknya hendak ke lokasi kembali menjumpai kendala akses jalan putus.
“Untuk data terakhir yang kami terima 3.169 Kepala Keluarga (KK) di 12 desa, tiga kecamatan yang terkena banjir. Sedangkan Kecamatan Karang Dapo dan lainnya, satupun belum kami terima,” ujarnya.
Tetapi lanjut Zainal, sepanjang hari kemarin pihaknya optimis bisa melengkapi data tersebut. Sehingga hari ini,  bantuan akan didistribusikan ke setiap desa secara langsung. “Bantuan ini akan kita berikan secara langsung kepada korban banjir bersama Bupati dan Wakil Bupati Muratara (Syarif Hidayat dan Devi Suhartoni) dan dibantu Tim Tagana,” ungkapnya.
Sementara itu, Kades Lubuk Rumbai, Abdul mengaku belum bisa berkomunikasi dengan Dinsos dan kecamatan karena akses jalan putus dan alat komunikasi tidak ada jaringan. Bahkan sudah 2 hari jaringan listrik mati total.
“Saya upayakan secepatnya memberikan data keseluruhan masyarakat yang menjadi korban banjir di kecamatan dan Dinsos,” kata Abdul saat dijumpai di desanya.
Dia menjelaskan, data sementara korban banjir di desanya ada 365 KK, tetapi dirinya masih terus melakukan pendataan karena dirinya yakin masih ada yang belum terdata. “Setelah yakin lengkap datanya saya langsung memberikan data ke kecamatan atau Dinsos,” cetusnya.
Terpisah, Sha (35), warga Desa Noman, Kecamatan Rupit mengatakan bahwa banjir di desanya sekarang sudah mulai surut dan banyak warga yang mulai melakukan pembersihan di lingkungan rumahnya.
“Sejauh ini belum ada bantuan yang kami terima dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara, tetapi bantuan personal dari pejabat Muratara dan DPR Provinsi sudah ada,” ujarnya seraya mengaku pejabat dan DPR provinsi itu putra asli Desa Noman, Kecamatan Rupit. IMR




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *