full screen background image

Siswa Khawatir Air Pasang Lagi

PALEMBANG, PE – Ratusan siswa SDN 230 Palembang bersiap menghadapi banjir air pasang Sungai Ogan. Maklum, sekolah yang berada di Jalan Mataram Kecamatan Kertapati berada tidak jauh dari aliran sungai, sementara permukaan tanah sekolah sedikit lebih rendah sehingga dipastikan setiap musim hujan selalu tergenang.

“Setiap air pasang selalu tergenang, sewaktu baru di sekolah ini (2009) sudah dihadapi banjir, bahkan pernah pergi ke sekolah pakai perahu,” aku Kepala SDN 230 Palembang Dra Nuraini MM kepada Palembang Ekspres, Rabu (6/4).

Baru-baru ini, sambung dia, dampak banjir sudah dirasakan oleh siswa. Meski hanya setinggi setengah mata kaki orang dewasa, namun siswa merasa terganggu karena harus melewati genangan air. Beberapa siswa lain harus meminta izin kepada guru agar ke sekolah memakai sandal.

“Baru dua hari kemarin, sekolah kita banjir. Kami khawatir kalau hujan deras membuat genangan air lebih tinggi dari sekarang,” ujarnya.

Dia juga mengaku kegiatan belajar mengajar sedikit terganggu dengan kondisi cuaca tidak menentu. Jika langit menghitam, pihak sekolah mempercepat belajar agar anak-anak bisa sampai ke rumah sebelum genangan air lebih tinggi.

“Kami suka mengamati kondisi cuaca. Jika sudah mendung dan akan turun hujan, anak-anak sudah bisa pulang. Dan mayoritas tempat tinggal dari mereka memang wilayah perairan. Jadi kami maklumi saja, kata dia.

Dia menjelaskan, lahan sekolah merupakan hasil hibah zaman Belanda. Hingga kini, pihak sekolah terus berupaya melakukan pembenahan untuk menghalangi air masuk ke pekarangan sekolah, salah satunya memasang pagar di sekeliling sekolah.

“Tetap saja banjir, air masuk dari sela-sela pondasi pagar. Kami juga sudah buat kolam retensi sebagai antisipasi banjir, tapi fungsinya belum bisa mencegah banjir,” akunya.

Dia khawatir kondisi genangan air kembali terjadi saat pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) bulan Mei nanti. Sebab, kondisi tersebut membuat siswa tidak konsentrasi mengerjakan soal yang diberikan oleh panitia ujian.

“Jika kondisi tidak memungkinkan, kami akan berkoordinasi dengan UPTD Dikpora untuk meminta petunjuk,” katanya. RIS




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *