full screen background image

Awas, Ada “Jebakan” di Jalinsum

MUARA ENIM PE – Perbaikan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) mulai dari bundaran air mancur sampai ke batas Kota Muara Enim yang dilakukan salah satu kontraktor, mengancam keselamatan pengendara, baik dua maupun empat. Pasalnya perbaikan dengan cara mengupas aspal badan jalan yang rusak dan tidak langsung diaspal, menyebabkan jalanan berlubang-lubang.

Kondisi tersebut bisa menjadi jebakan bagi para pengemudi kendaraan. Terlebih lagi saat ini sering turun hujan, sehingga badan jalan yang berlubang tersebut tertutup air. Sehingga banyak pengemudi yang terjebak di jalan tersebut, karena tidak menyangka jika  badan jalan itu berlubang akibat tertutup air hujan.

“Sudah berapo ikok bae pengemudi motor yang jatuh di badan jalan aspal jalan yang dikupas ini,” jelas Ozi, salah seorang warga, Kamis (7/4). Anehnya, selain aspal badan jalan yang dikupas menggunakan alat berat itu tidak segera dilakukan perbaikan dengan mengaspalnya kembali, pihak kontraktor juga tidak terlihat memasang papan proyek nilai kontrak proyek perbaikan jalan yang dikerjakan tersebut.

Sementara itu, Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB SE, juga sangat menyesalkan tindakan kontraktor yang melakukan perbaikan Jalinsum, dalam kawasan Kota Muara Enim tersebut. “Seharusnya pihak kontraktor yang melakukan perbaikan jalan itu, setelah aspal badan jalan dikupas, langsung dilakukan pengaspalan kembali, sehingga badan jalan tidak berlobang,” tegas Aries, Kamis (7/4).

Karena, lanjutnya, jika aspal badan jalan yang dikupas dibiarkan terlalu lama, tentunya akan membahayakan para pengemudi kendaraan. “Kami minta pihak kontraktor secepatnya melakukan pengaspalan kembali, karena sudah banyak masyarakat yang mengeluhkannya,” tegasnya.

Selaku pimpinan dewan, dia juga mempertanyakan papan plang proyek perbaikan jalan tersebut yang belum dipasang pihak kontraktor. Karena sesuai dengan ketentuan, setiap pekerjaan proyek yang menggunakan anggaran pemerintah, wajib dipasang plang proyeknya supaya dapat diketahui masyarakat luas.

“Terus terang sekarang kita tidak tahu perusahaan apa dan berapa nilai kontrak pekerjaan perbaikan jalan itu. Karena kita tidak melihat plang proyeknya. Atas permasalahan ini, kami meminta Dinas PU Bina Marga Muara Enim supaya segera melakukan pengawasan terhadap proyek perbaikan jalan tersebut,” tegas Aries. AFU

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *