full screen background image

Polisi Buru Penelepon Gelap

Diteror Bom, operasi RS Myria normal

PALEMBANG, PE – Petugas kepolisian di sini masih terus memburu oknum tak bertanggung jawab yang menyebar teror bom via sambungan telepon di Rumah Sakit Myria Palembang. Tak hanya sempat menimbulkan kehebohan di kalangan para pasien dan pengunjung. Terlebih, para pasien sempat dievakuasi sebelum petugas gabungan datang untuk menyisir lokasi.

Beruntung atas kejadian ancaman bom tersebut bisa diatasi pihak rumah sakit yang berlokasi di Jalan Kol H Barlian, KM 7, nomor 228, Kecamatan Sukarami, Palembang ini, sehingga tidak menimbulkan kepanikan di kalangan para pasien. Terlihat loket pendaftaran dan pelayanan terlihat berjalan normal namun pasien dan pengunjung sempat dibuat panik saat aparat bersenjata lengkap dari Gegana Satbrimob Polda Sumsel bersama Satreskrim dan Intelkam Polda dan Polresta Palembang bersama Unit Reskrim Polsek Sukarami melakukan penyisiran.

Kepala Humas dan Hukum RS Myria, dr Oktavianus Tambun mengatakan, kejadian Senin (11/7) bermula seorang security rumah sakit, Yohanes L Pukay mendapat telepon dari orang tidak dikenal sebanyak dua kali sekitar pukul 10.30 WIB dan 10.35 WIB.

Dengan suara tegas pria yang menelepon tersebut mengatakan apabila mereka akan meledakkan Rumah Sakit Myria. Namun saat akan dihubungi balik tidak bisa karena nomor tidak tertera sehingga Yohanes langsung melaporkan hal tersebut kepada dirinya.

“Kemudian setelah ancaman bom tersebut sambungan telepon langsung diputus dan operator memberitahukan kepada saya. Kemudian saya langsung berkoordinasi dengan Polsek Sukarami dan langsung menyimpan nomor kontak pelaku. Kami berusaha tidak gegabah dalam mengambil tindakan agar pasien tidak mengetahui hal ini dan situasi bisa terkendali,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolresta Palembang, Kombes Tommy Dwi Ariyanto mendengar ancaman bom tersebut bersama anggotanya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mem-back up Gegana Polda Sumsel menyisir lokasi guna melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku teror tersebut.

“Kita akan kejar penelpon gelap yang menebar teror bom itu,” tegas Tommy.

Selain itu pria dengan tiga melati di pundaknya ini menghimbau agar masyarakat tetap tenang dalam menghadapi situasi teror bom serta meminta operator untuk bisa mencatat apa yang disampaikan pelaku teror tersebut dan melacak keberadaan nomor handphone (hp) tersebut dengan fasilitas caller I’d agar bisa melihat nomor yang menghubungi.

“Untuk objek vital seperti rumah sakit harus ada personil yang berjaga tergantung situasi.Tapi saat ini di RS Myria tidak ada hal yang mencurigakan,” ujar Tommy.

Di sisi lain, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumsel, Kombes Pol Daniel TM Silitonga menambahkan, setelah mendapat kabar terkait ada teror bom dari Polsek Sukarami pihaknya langsung mendatangi lokasi dan melakukan penyisiran selama dua jam sebanyak tiga kali di lokasi dan tidak ditemukan benda-benda yang mencurigakan.

“Kita berkesimpulan ancaman tersebut tidak bisa dibuktikan. Namun kita akan tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. JAN




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *