full screen background image

Nenek 70 Tahun Dirampok dan Dibunuh

PALI, PE – Seorang nenek berusia 70 tahun bernama Suarti alias Karti Serak ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Dusun II, Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, kemarin (25/11) sekitar pukul 07.00 WIB. Diketahui, Nenek Suarti tinggal sendiri di rumahnya.

Kuat dugaan jika Suarti tewas dihabisi para perampok yang menyambangi rumah sekaligus tempatnya berdagang. Pasalnya, di dalam rumah korban berantakan dan rokok dagangan milik korban semuanya habis.

Korban Suarti tewas akibat mengalami luka tusuk di bagian payudara sebelah kanan, dua luka tusuk bagian belikat sebelah kanan, tiga lubang luka tusuk di lengan kanan, dua lubang luka tusuk di lengan sebelah kanan bagian luar, satu luka lebam di kepala bagian bawah telinga sebelah kiri.

Informasinya, jenazah korban Suarti pertama kali ditemukan saat saksi Evi Noprianti alias Kiki hendak berbelanja di warung milik korban dan melewati pintu belakang rumah korban,.

Ketika itu saksi Kiki melihat pintu rumah bagian belakang korban sudah terbuka, lalu Kiki memanggil korban, namun tidak ada sahutan dari korban. Merasa ada yang janggal kemudian Kiki masuk ke dalam rumah dan melihat di dalam rumah sudah berantakan.

Melihat itu, saksi Kiki kembali ke rumah mengajak keponakan korban bernama Suripan. Kemudian keduanya kembali lagi ke rumah korban dengan keadaan pakaian-pakaian dalam lemari berantakan. Suripan dan Kiki mencari  keberadaan korban, saat itu Suripan melihat selimut yang sering dipakai korban tidur.

Kemudian Suripan membuka selimut dan membangunkan korban yang tertidur dengan posisi tertelungkup. Karena tidak terbangun lalu Suripan membalikan badan korban dan sontak keduanya terkejut karena di tubuh korban berlumuran darah.

Melihat itu Kiki langsung berteriak hiteris meminta tolong, sehingga warga berdatangan dan ada juga warga yang menelepon pihak kepolisian. Kemudian jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi.

“Biasanya pagi-pagi warung Uwa (korban, red) sudah buka. Tapi aku heran, sudah siang masih tutup. Kemudian aku membangunkannya, tapi tidak dijawab. Lalu aku ke belakang rumah, ternyata pintu belakang terbuka dan aku masuk tapi aku kaget melihat Uwa aku meninggal dengan posisi telungkup penuh darah,” beber Suripan saat ditanyai di ruang jenazah RSUD Talang Ubi, kemarin (25/11).

Sementara, salah seorang dokter jaga di RSUD Talang Ubi, dr David menjelaskan, jika kematian korban akibat lima tusukan di bagian dada, perut dan pinggang.

“Kejadiannya diperkirakan tadi malam, karena darahnya sudah mulai mengering. Ada lima luka tusukan di bagian dada kanan dan perut serta pinggang,tapi yang paling parah ada di bagian dada,” jelasnya.

Terpisah, Kapolres Muara Enim, AKBP Hendra Gunawan SIk melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Victor Eduard Tondais melalui Kanit Reskrim Ipda Rusli mengatakan, begitu mengatahui adanya informasi perampokan disertai pembunuhan pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Begitu tiba di lokasi kejadian kita langsung melakukan indentifikasi sementara, kemudian membawa jenazah korban ke RSUD Talang Ubi untuk dilakukan Visum Et Refertum,” katanya.

Selain itu, lanjut Rusli, dari lokasi kejadian pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu buah bantal dibalut sarung warna putih yang ada bercak darah, satu lembar selimut warna abu-abu, satu buah kasur warna merah yang berlumuran darah dan satu buah bantal panjang 75 cm bersarungkan warna merah yang ada bercak darah.

“Untuk pelakunya masih dalam penyelidikan, kita juga sudah meminta keterangan dari saksi-saksi. Yang jelas saat ini kasus itu masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” tukasnya. JOE




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *