full screen background image

Jasad Setengah Tengkorak Ngapung di Bawah Jembatan Kelingi

MUSIRAWAS, PE – Warga masyarakat Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kelurahan Kelingi, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas (Mura) digemparkan  penemuan sesosok jasad yang sudah menjadi setengah tengkorak mengapung di bawah jembatan Kelingi, Minggu (4/11).

Berdasarkan informasinya, penemuan mayat dengan ciri-ciri kenakan jakat switer abu-abu hitam bersama tanda tato bertuliskan lafal Allah 01 (huruf arab) di dada kanan. Awalnya ditemukan oleh Tegu (45) tidak lain ketua RT 05 Kelurahan Kelingi.

Dia langsung bergegas melapor Ke Mapolsek terdekat, kemudian dengan bantuan masyarakat datang untuk mengevakuasi mayat.

Kapolres Mura, AKBP Hari Brata melalui Kapolsek Muara Lakitan AKP Safarudin membenarkan adanya kejadian tersebut. Di mana telah ditemukanya mayat tanpa identitas mengapung dengan kondisi mengenaskan, setengah tubuh dan kepalanya telah menjadi tengkorak.

“Kalau dari laporannya, penemuan mayat itu pertama kali ditemukan seorang warga tidak lain aparat pemerintah yakni Ketua RT 05 dan langsung melapor. Kami pun bersama pihak medis melakukan evakuasi,” ujar Kapolsek.

Menurut Safrudin, kondisi mayat sudah sebagian rusak tersebut. Dari dugaan sementara, asal mayat itu semula dari arah mengikuti aliran sungai dari daerah luar, baik itu mulai dari Lahat, mengalir ke Kabupaten Empat selajutnya Tebing Tinggi dan juga masuk wilayah Mura yakni Sungai Cecar, Jayaloka dan baru ditemukan di Jembatan Kelingi.

“Kalau dari tersisa itu haya daging tubuhnya dengan tanda pengenal itu. Bersama juga masih melekatnya kalung stainless dan tanda tato di dada kanan bertulis lafal allah 01,” jelasnya.

‎Selain itu, sambung Safrudin, jasad langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sobirin Kabupaten Mura di Kota Lubuklinggau untuk dilakukan visum.‎‎

“Yang jelas, semua untuk kepastian penyebab kematian mayat. Semua masih tunggu hasil visum. Artinya, setelah semua selesai barulah bisa diketahui apakah mayat tersebut tenggelam atau karena dilakukan dengan kekerasan atau dibunuh. Kkarena selain kondisi mengenakan untuk tangan mayat sendiri itu ada terlihat bekas warna biru yang diduga bekas ikatan,” jelasnya.

Dia menghimbau ‎kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk melapor kepada Polsek Muara Kelingi, atau polsek lainnya. Bahkan bisa juga langsung mendatangi RSUD Sobirin Kota Lubuklinggau. HAR




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *