full screen background image

Adik Bacok Kakak Kandung

MUARABELITI, PE – Kesal lantaran tidak mendapatkan uang bagian hasil menjual lahan milik keluarga, Ismail alias Well (26) warga Desa Durian Remuk, kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas (Mura) nekat membacok kepala kakak kandung mengunakan sebilah parang, Kamis (12/1) malam.
Kejadian tersebut berawal saat korban bernama Sopyan (38) sedang mendampingi pihak PT. Argo Kati Lama (AKL) untuk melakukan pengusuran lahan. Melihat hal itu, pelaku turun dari sepeda motor dan langsung menyabetkan parang mengenai belakang kepala korban hingga bersimbah darah.
Korban yang mengalami luka serius tersebut dirujuk rumah sakit (RS) AR Bunda Kota Lubuk Linggau. Sementara tersangka Well yang usai kejadian berhasil kabur dan bersembunyi di salah satu pondok berada di atas bukit trans, Provinsi Bengkulu. Dia pun berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Muara Beliti berselang kurun waktu empat jam pelarian.
Kapolsek Muara Beliti AKP Tri Sopa didampingi kanitreskrim Bripka Efran Sopya membenarkan adanya kejadian tertangkapnya pelaku penganiaya. Penangkapan berdasarkan aduan keluarga korban No.Pol.Lp.B/02/I/2017/Mura/Mura/Sek Beliti, per tanggal 12 Januari 2017.
Laporan itu pun langsung direspon dengan melakukan pengejaran. Akhirnya, pelaku diketahui kabur ke arah watas tempat saudara ibunya. Saat hendak ditangkap, pelaku terlebih dahulu kabur menuju bukit trans. Saat ditangkap, pelaku sedang tertidur di dalam podok.
“Untuk korban maupun pelaku itu bersaudara. Karena, adiknya (Pelaku/red) tidak terima tidak dapat bagian. Dengan nekatnya datang langsung melakukan penganiayaan, mengakibatkan korban luka sayat di leher hingga kepala. Namun, dari hasil peyelidikan keduanya baik tersangka telah berhasil kita amankan. Sementara korban mengalami luka masih dirawat insentif di rumah sakit,”terang Kapolsek ketika dibicangi ruang kerjanya.
Tri Sopa memastikan jika kejadian tersebut murni penganayaan. Untuk tersangka dijerat pasal 351 KUHP, pasal 1 dan 2. Karena, dengan semua telah dilakukan tersangka mengakibatkan korban terluka mengalami kondisi sekarat.
“Tersangka sudah melakukan penganiayaan berat. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka terancam dihukum 5-7 tahun penjara,”tukasnya. HAR




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

diyarbakır escort mersin escort istanbul escort