full screen background image

RSUD Muara Beliti Terbangkalai

Pemda Klaim Status Aset Tunggu Putusan Persiden

MUSIRAWAS,PE- Mendekati satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Musirawas (Mura), Bupati H Hendra Gunawan-HJ Suwarti. Sederet pekerjaan rumah (PR) belum kunjung terselesaikan.

Salah satunya, terkait kejelasan atas status Rumah Sakit Daerah (RSUD) Muara Beliti yang berlokasi kawasan elit perkantoran Argopolitan Center (AC) Muara Beliti yang saat ini dalam kondisi terbengkalai.

Menyikapi, hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura melalui Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes), Muhamad Nizar mengklaim secara status keberadan RSUD Muara Beliti masih tetap beroperasi, meskipun secara keberadaan aset semua masih milik pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

“Untuk RSUD baik Shobirin maupun RSUD Muara Beliti itu kita pemda hanya menganggarkan. itupun baru di tahun 2017. Nah, untuk asetnya sendiri. Karenan Rumah Sakit punya aturan sendiri yakni Permenkes No.49 2016. Maka, hingga saat ini status RSUD prosesnya tengah diurus ombusman dan menunggu putusan Mahkamah Agung maupun putusan presiden,”ujar Nizar sapaan akrab ketika dibincangi,kemarin (16/1).

Menurutnya, belum adanya perbaikan dari RSUD Muara Beliti tersebut ataupun penyatuan dengan RSUD Shobirin dikarenakan masih banyak mekanisme yang harus dilalui. Terutama menyangkut aset RSUD sebelumnya harus ada pengalihan dari pusat baik melalui mekanisme hibah aset maupun mekanisme lainnya.

“Yang jelas, kalau prosesnya sudah clear, baru bisa dikembangkan,” jelasnya.

Dikatakan Nizar, pihaknya masih menunggu keputusan Presiden. “Ya, itu tadi untuk pastinya tunggu putusan Presiden. Kalau tidak salah, bulan Februari semua putusan sudah keluar. Setelah itu, barulah melalui Bupati nantinya meneruskan,”katanya.

Selain itu, lanjutnya untuk anggaran perbaikan Rumah Sakit sendiri baru dianggarkan tahun 2017 ini ke dalam APBD.

“Karena baru ditahun 2017 dianggarkan. Masih tunggu keputusan pembahasan APBD. Barulah selanjutnya, semua anggaran itu diperutukan perbaikan gedung rusak, memasang pagar maupun kebutuhan lainya,” tandasnya.

Sementara itu, Zulakarnaen warga sekaligus pasien rumah sakit RSUD Muara Beliti mengatakan, dengan kondisi sekarang rumah sakit sangatlah dibutuhkan tenaga medis. “Kami pasien tidak bisa banyak berbuat. Selain kondisi fasilitas seadanya. Rumah Sakit sepi. Kami pun sangat sulit berkomunikasi. Apalagi, jika kondisi inap ketika masuk jam malam,” tukasnya. HAR




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *