full screen background image

Hampir Panen, Sawah Terendam Banjir

KAYUAGUNG. PE – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan sekitarnya, membuat lahan pertanian di Bumi Bende Seguguk terendam banjir. Namun demikian tidak ada sawah yang dinyatakan gagal panen atau puso, karena mayoritas tanaman padi yang digenangi air rata-rata hampir panen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura OKI, H Syaripudin SP MSi membenarkan jika mayoritas persawahan yang ada di Kabupaten OKI terendam banjir. “Hampir di seluruh kecamatan lahan pertanian terendam banjir, terkecuali di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya dan Sungai Menang. Karena di tiga wilayah itu hendak memasuki masa panen,” ungkap Syaripudin kepada Palembang Ekspres, Rabu (8/3).

Menurutnya, lahan pertanian atau persawahan yang terendam air kebanyakan lahan kosong yang belum ditanami padi, sebab masyarakat masih menunggu waktu yang tepat hingga air surut. “Karena air masih tinggi, jadi petani belum memindahkan tanaman padi ke persawahan, sehingga tidak ada kerugian yang dialami petani,” terangnya.

Memang, kata Syaripudin, saat ini curah hujan masih tinggi, sehingga genangan air memasuki areal persawahan di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Kayuagung, Tanjung Lubuk, Pedamaran, Teluk Gelam, Pedamaran Timur, Pampangan, SP Padang dan lainnya.

“Memasuki bulan April mendatang, diperkirakan curah hujan mulai menurun, di saat itulah petani akan mulai melakukan penanaman padi di lahan-lahan mereka,” tandasnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh kelompok tani yang ada di OKI untuk terus melaporkan kondisi di masing-masing wilayahnya. “Setiap hari kita terus mendapat laporan dari kelompok tani, baik itu laporan mengenai sawah yang terendam banjir atau permasalahan pertanian lainnya. Kalau memang ada permasalahan yang mendesak, maka kita langsung turun ke lapangan,” tukasnya.

Syaripudinpun berharap, tingginya curah hujan tidak akan mengganggu program cetak sawah di Kabupaten OKI. “Tahun ini kita mendapat kuota cetak sawah baru sebanyak 2.000 hektar, mudah-mudahan program dari Kementerian Pertanian ini tidak akan terhambat oleh tingginya curah hujan ini,” pungkasnya.

Di sisi lain, Bupati OKI, H Iskandar SE menawarkan lahan seluas 1.000 hektare di kawasan Sepucuk, menjadi sawah untuk menyerap dana hibah plus investasi yang ditawarkan negara donor sepanjang tahun 2017. “Jika berminat memfasilitasi, maka pemerintah kabupaten akan menyediakan lahan untuk program cetak sawah. Lahan ini memang diproyeksikan pemerintah kabupaten untuk hutan produksi, tapi jika bisa dijadikan sawah dengan teknologi yang dimiliki apa salahnya. Pemkab OKI siap memfasilitasinya, karena lahan ini merupakan lahan tidur,” katanya.

Diketahui, sejumlah negara donor telah bersepakat untuk memberikan tambahan bantuan ke tiga negara yakni Indonesia, Brazil dan Liberia untuk pemulihan lingkungan dan peningkatan produksi pertanian senilai Rp1,6 triliun pada 2017. Bantuan itu dalam bentuk hibah yang disandingkan dengan dana investasi. IAN




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

diyarbakır escort mersin escort istanbul escort