full screen background image

BBM Oplosan Mulai Marak di Mura

MUSIRAWAS,PE- Kelangkaan terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) kerap terjadi di sejumlah Statiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya berada wilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura). Ahasil, dengan kondisi tersebut dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk menjual BBM oplosan yang jelas tidak layak untuk kendaraan bermotor. Akibatnya banyak warga yang kesal karena sepeda motor milik mereka rusak berasap dan mogok akibat menggunakan BBM oplosan.

Seperti dikeluhkan, Sarnubi (32) warga Muara Beliti ini mengaku setiap harinya selalu mengendarai sepeda motor untuk pergi bekerja dan mengisi bahan bakar jenis Premium untuk sepeda motornya. Dikarenakan jumlah permintaan BBM yang tinggi dan tidak dibarengi dengan suplai BBM ke SPBU, sehingga sebagai alternatif dirinya terpaksa harus membeli BBM eceran.

“Untuk saat ini semakin selektif kalau mengisi BBM di pengecer. Karena sudah banyak yang dioplos,”jelas Sarnubi yang kesehariannya bekerja sebagai pegawai swasta ini. Apalagi lanjut Sarnubi, selain maraknya BBM oplosan, pengecer BBM ini tidak tanggung-tanggung memberikan tarif tinggi untuk perliternya. “Kita lebih memilih premium karena harga yang murah pak. Namun, saat ini kebanyakan premium ditingkat pengecer sudah dioplos dan efek sampingnya mesin motor mudah rusak,”keluhnya.

Sementara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Mura, Nito Maphilindo melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, M Jen menjelaskan, untuk pengawasan konsumen saat ini merupakan kewenangan Provinsi. Sehingga, bila pihaknya langsung turun tentu menyalahi aturan. Namun, kendati begitu koordinasi akan dilakukan bersama Dinas Perdagangan Sumsel terkait masalah tersebut. “Memang untuk sebelumnya penjualan BBM ditingkat pengecer harus ada rekomendasi dari Dinas Perdagangan. Akan tetapi pasca adanya penghapusan subsidi maka untuk penjualan BBM secara bebas.

Namun, untuk pembinaan tetap dilakukan sedangkan untuk penindakan merupakan kewenangan penegak hukum,”katanya. Adapun, senada disampaikan, Dedi Irawan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) MLM menilai perlu adanya tindakan tegas bagi para oknum pengecer yang mengoplos BBM. Apalagi mayoritas warga Mura dari golongan ekonomi ke bawah sehingga sangat memanfaatkan BBM yang bersubsidi. “Kalau ditemukan SPBU atau pengecer maka pertamina bertindak tegas termasuk pemerintah kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Perdagangan melakukan sidak di lapangan. Sehingga, bila ditemukan SPBU mengoplos ditindak tegas termasuk pencabutan izin agar tidak dimanfaatkan oleh oknum cukong,”tukasnya.HAR

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *