full screen background image

Ishak Mekki Bangga Anak Muda

PALEMBANG, PE – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel), H Ishak Mekki menyatakan kebanggaannya terhadap anak-anak muda masa kini yang sangat giat menimba ilmu agama dan senantiasa mengikuti berbagai majelis pengajian. Perasaan bangga mantan Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) dua periode ini dinyatakan di kediaman dinasnya dalam kata pengantar pada acara tausiah Ustadz H Adi Hidayat LC MA, Jumat (21/7).

“Saya kagum dengan antusiasme masyarakat yang hadir di mejelis ini, terutama anak-anak muda yang rata-rata pelajar dan mahasiswa dengan semangat menghadiri dan mendengarkan materi yang disajikan Ustadz Adi,” tutur Ishak. Menurut suami Hj Tartila ini, jika fenomena demikian terus berlangsung, di mana ada mejelis pengajian, di situ ramai anak muda, maka dirinya yakin, generasi muda Indonesia ke depan akan menjadi generasi gemilang yang penuh dengan kecerdasan spiritual.

“Bukankah Bung Karno di masa lalu pernah menyampaikan spiritnya tentang anak muda? Beri saya seribu orang tua, akan kucabut Sumeru dari akarnya, dan berikan aku seorang pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” kata Ishak Mekki dengan kata bijaknya mengutip Bung Karno. Pengajian itu sendiri diselenggarakan oleh Kelompok Pengajian ‘Telaga 9’ di bawah asuhan Hj Tartila Ishak tersebut dihadiri oleh ribuan masyarakat yang rata-rata terdiri dari anak muda, pelajar dan mahasiswa.

Menurut Hj Tartila, pengajian tersebut sebenarnya merupakan rutinitas kelompoknya. Namun membludaknya pengikut pengajian kali ini, disebabkan penceramah yang diundang adalah Ustadz Adi Hidayat yang populer dengan pemahamannya terhadap Al-Quran dan Hadis. “Ustadz Adi Hidayat pendakwah kondang yang terkenal dengan kupasan Al-Quran dan Hadis, dan memiliki fans yang luar biasa di mana-mana, termasuk di Kota Palembang ini. Itulah sebabnya setiap majelis yang mendatangkannya pasti ramai,” ucap Tartila.

Ustadz Adi Hidayat dalam ceramahnya lebih kepada pengkajian terhadap isi kandungan Al-Quran. Di antaranya adalah Al-Quran diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala tiada lain bertujuan untuk kedamaian, ketenangan dan kesenangan manusia. Dia mencontohkan tatkala Al-Quran pertama kali diturunkan, kawasan tersebut merupakan kawasan terbelakang, bejat dan penuh dengan kebodohan (jahiliyah). Namun ketika Rasulullah menerima wahyu pertama kali di gua Hira, lalu diajarkannya secara mendalam kepada manusia di sana, maka secara perlahan pula peradaban menjadi berubah. “Ketika mereka belajar Al-Quran dan mengerti kandungan yang diajarkan Rasulullah, mereka yang penghasut menjadi penurut, mereka yang pemukul menjadi perangkul, dan sebagainya,” kata Ustadz Adi mencontohkan. (*)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

diyarbakır escort mersin escort istanbul escort