full screen background image

Marco Cs Segera Dilepas

Suporter Harap Manajemen Jangan Intervensi Pelatih

PALEMBANG, PE – Pasca pelecehan seksual yang dilakukan Marco Sandi Meraudje terhadap teman wanitanya berinisial IR, ternyata mengundang perhatian publik Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya pecinta Laskar Wong Kito. Meskipun antara kedua belah pihak telah bersepakat damai dan laporan korban kepada pihak berwajib telah dicabut, namun kalangan suporter belum menerima hal tersebut dan berharap para pemain yang terlibat dalam kasus ini untuk dipecat atau kontraknya tidak diperpanjang pada putaran kedua Liga Gojek Traveloka 2017.

Ketua Ultras Palembang, Agung menyatakan sikap mereka jelas mengutuk perbuatan Marco karena selain merugikan pemain itu sendiri, terlebih nama besar Sriwijaya FC tercoreng atas kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum pesepakbola asal Papua ini. “Jadi jelas, kita dari Ultras berharap agar Marco untuk direkomendasikan dipecat dan kontraknya diputus untuk putaran kedua nanti. Karena pemain seperti itu merusak eksistensi dan nama besar Sriwijaya FC. Apalagi kasus seperti ini bukan yang pertama kali, karena Mariando dan Yohanis Nabar pernah terjerat dalam kasus yang sama,” singgungnya.

Dikatakan Agung, nantinya bila manajemen masih akan mempertahankan Marco ditakutkan kejadian seperti ini akan terulang dan menelan korban kembali. “Hilangnya Marco juga tidak ada masalah karena saat ini Sriwijaya FC sangat terpuruk dalam soal mencetak gol,” ujarnya. Terkait penampilan tim yang sangat mengkhawatirkan musim ini, menurut Agung, manajemen semestinya harus cepat melalukan evaluasi dan melakukan pembenahan disemua lini agar bisa keluar dari zona kuning untuk putaran kedua nanti bila tidak ingin terdegradasi musim depan.

“Di sini manajemen jangan terlalu intervensi untuk komposisi pemain yang akan diturunkan dalam setiap pertandingan. Jadi pelatih bisa lebih leluasa dalam menurunkan taktik dan strategi yang mereka inginkan. Selain itu, lini pertahanan dan depan butuh penambahan pemain dan produk gagal seperti Ahmad Maulana, Bio Paulin dan Marco sebaiknya dilepas,” tegasnya. Sementara itu, Dugong, Ketua Singa Mania menegaskan, pemain seperti Marco wajib dibuang karena tidak mempunyai attitude yang baik dan sudah mempermalukan nama Sriwijaya FC.

“Untuk tim manajemen harus mampu mendatangkan pemain baru di lini belakang dan posisi playmaker agar Sriwijaya FC bisa kembali ditakuti lawan untuk putaran kedua nanti,” katanya. Sedangkan Edi Ismail selaku Ketua S-Man mengungkapkan, mereka menyerahkan seluruhnya kepada manajemen untuk nasib mantan kapten PON Papua ini. Namun, untuk komposisi tim dirasa sangat perlu pembenahan khususnya di sektor belakang dengan membuang Bio Paulin dengan memasukkan pemain seperti Victor Igbonefo dan melepas Tijani Belaid untuk mencari pemain dengan tipikal playmaker murni macam Erick Weeks dan Zah Rahan, serta posisi wing bek modern seperti Toni Sucipto dan Supardi Nasir yang mampu membantu serangan dan kokoh dalam bertahan.

“Artinya di sini harus ada pemangkasan pemain di sektor belakang dan tengah dan membuang pemain yang sudah tidak efektif dan termakan usia macam Yu Hyun Koo. Dengan memasukkan pemain berkarakter seperti PSM Makassar karena kita hanya mengandalkan Beto dan Hilton. Sriwijaya FC ini tim provinsi bukan kabupaten jadi secepatnya harus ada pembenahan lalu tidak ingin terdegradasi ke liga 2 musim depan,” tegasnya.

Di sisi lain, Sekretaris SFC, Achmad Haris mengaku, pihaknya sudah mempunyai wacana dan langkah pembenahan untuk sektor yang masih dianggap lemah agar Sriwijaya FC pada putaran kedua nanti bisa kembali bersaing dipapah atas bahkan gelar juara dengan membidik dan berharap bisa mendatangkan pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim saat ini. “Untuk Marco, Maldini Pali dan Hendra Sandi bisa kita pastikan akan dilepas pada putaran kedua nanti. Karena mereka tidak memiliki attitude yang cukup baik dan bisa menularkan sifat seperti ini kepada pemain lain kalau masih berasa di Sriwijaya FC,” pangkas Haris. JAN

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *