full screen background image

IPSM OKI Pilar Berprestasi Nasional

KAYUAGUNG. PE – Salah seorang anggota Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rezimerry Yusuf, mampu bersaing di tingkat nasional. Itu setelah perempuan ini meraih predikat sebagai juara II nasional, dalam kategori pilar-pilar berprestasi. Pelaksanaan lomba sendiri digelar di Redtop Hotel Jakarta, pada pertengahan Agustus 2017. Sebelum bersaing di tingkat Nasional, Rezimerry juga sudah terlebih dahulu menjadi juara pertama, baik di tingkat Kabupaten OKI, maupun di tingkat Provinsi Sumsel.

Kepada wartawan, Rezimerry Yusuf mengaku sangat bangga, karena dirinya bisa mewakili, bahkan mengharumkan nama Kabupaten OKI, maupun nama Provinsi Sumsel di ajang nasional. ‘’Ke depan, saya akan giat lagi dalam hal pendampingan masalah kesejahteraan sosial, baik di desa maupun di Kecamatan,” terangnya. Dijelaskannya, ada beberapa kriteria penilaian meliputi kelengkapan administrasi, photo kegiatan, sekretariat dan kemampuan dalam penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial serta kepeduliannya terhadap PMKS. Serta pendampingan kepada anak putus sekolah dengan mendirikan beberapa Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

Sehingga dapat memberikan lapangan pekerjaan terhadap anak putus sekolah, dan pendampingan terhadap lanjut usia (lansia). “Kita juga dinilai sejauh mana penerimaan masyarakat terhadap keberadaan IPSM,” imbuhnya. Ditambahkan Rezimerry, ilmu yang didapat selama lomba atau pelatihan di Jakarta itu, akan diterapkan di Kabupaten OKI, maupun di Sumsel. ‘’Ilmu yang didapat, akan diterapkan kepada kawan-kawan PSM lainnya,” tambahnya.

Ketua IPSM OKI, Welly Tegalega SH membenarkan kalau salah seorang anggota IPSM OKI menjadi juara II tingkat nasional. ‘’Kita harus bangga, karena apa yang dikerjakan Rezimerry selama ini, membuahkan penghargaan dan ini menjadi kebahagiaan bagi kita semua,” tuturnya. Ke depan, sambung Welly, dirinya berharap pemerintah daerah memerhatikan para PSM yang ada, minimal kerja sama. Sebab, tugas yang diemban para PSM ini sangat berat. ‘’Ada 22 permasalahan sosial yang harus mereka bina. Bahkan, ada 7.000 warga Kabupaten OKI, termasuk dalam penyandang masalah kesejahteraan sosial dan itu butuh perhatian,” bebernya.

Welly mengharapkan ada peningkatan anggaran dari pemerintah, untuk mengatasi permasalahan kesejahteraan sosial, khususnya di Bumi Bende Seguguk. ‘’Seharusnya, untuk mengatasi ini, bukan hanya dibebankan ke Dinas Sosial, tapi juga harus ada bantuan dari dinas-dinas lain. Soalnya, warga penyandang masalah kesejahteraan sosial itu, termasuk orang yang dilindungi Undang-undang,” pungkasnya. IAN

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *