Home Indralaya Bangunan Parit Desa Tempedak Ambruk

Bangunan Parit Desa Tempedak Ambruk

0

INDRALAYA, PE – Gelontoran dana bantuan melalui berbagai program baik dari pemerintah pusat maupun daerah yang diperuntukan bagi pembangunan infrastruktur pedesaan dengan maksud untuk pemerataan pembangunan di segala bidang.

Namun sayang, pekerjaan pembangunan yang didanai berbagai program pemerintah tersebut tak jarang hasilnya mengecewakan, karena diduga dilaksanakan dengan asal-asalan demi mengeruk keuntungan yang berlimpah.

Seperti yang terjadi di Desa Tebedak 1, Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan llir, pembangunan parit yang belum lama selesai dikerjakan kembali ambruk, akibatnya kini parit tersebut tidak bisa digunakan, sehingga dana yang sudah digunakan untuk pembangunan parit tersebut pun dinilai mubadzir.

Kepala Desa Tebedak 1, yang dihubungi via Ponselnya membenarkan kejadian ambruknya bangunan tersebut. “Ya memang benar kalau parit itu ambruk, namun saya juga tidak mengerti kenapa bisa ambruk, sepertinya ada angin topan malam Kamis, kemarin,” katanya dengan nada bercanda.

Menurut pengakuannya, pembuatan Parit sudah sesuai dengan spek. “Menurut saya parit itu sudah dikerjakan dengan baik, karena sesuai dengan RAB nya, masalah ambruk lagi, bisa jadi karena faktor alam, tapi sekarang siring itu sudah kita perbaiki,” ungkapnya.

Warga berharap pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui dinas PU bisa melakukan monitoring ke setiap pekerjaan yang didanai oleh pemerintah, karena menurut mereka di Ogan llir ini banyak sekali ditemui proyek pembagunan tak bertuan (tanpa papan nama), bahkan bukan tidak mungkin pekerjaan tersebut hasil dari KKN.

Menanggapi hal ini anggota DPRD Ogan Ilir, Sonaidi Ardinsyah mengatakan, bahwa ambruknya paret yang dibangun melalui dana Desa tersebut bisa diakibatkan dua faktor, faktor alam dan faktor tidak sesui bestek.

“Ini perlu investigasi, dan harus dilakukan pihak yang berwenang seperti pihak Dinas PMD dan bisa juga oleh pihak PUPR. Jika ditemukan penyelewengan atau pengerjaan asal-asalan, ini harua ditindak dan bisa juga dibawa ke ranah hukum,” tuturnya.

Karena memang katanya, banyak sekali dugaan bangunan infratruktur yang dibangun melalui dana desa dibangun dengan asal jadi, bahkan dugaan dibangun melalui pihak ketiga.

“Ini tidak boleh, dan menyalahi aturan. Sekali lagi kami minta pihak terkait harus turun kelapangan untuk menindak lanjuti ini, jika perlu suluruh proyek desa yang menggunakan dana desa dilakukan pengecekan apakah sudah dikerjakan dengan baik atau tidak,” paparnya.

Karena memang lanjutnya, masih banyak ketidak pahaman Kades terhadap penggunaan desa dengan baik, baik administrasi dan pelaporannya maupun pengerjaanya. “Intinya, para kades masih harus diberi bimbingan terkait dana desa ini,” tukasnya. VIV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here