Home Sekayu Hebat! Cindra Nikahi 2 Wanita Sekaligus

Hebat! Cindra Nikahi 2 Wanita Sekaligus

0

Terjadi spontan, semua kehendak mempelai

SEKAYU, PE – Pernikahan antaran M Cindra (25), warga Dusun IV, Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu dengan dua wanita pujaan hatinya masing-masing Indah Lestari (18), warga Philip 9, Desa Teluk Kijing III, Kecamatan Lais dan Perawati (23), warga Dusun IV, Desa Teluk, Kecamatan Lais menjadi perbincangan publik.

Bagaimana tidak peristiwa sakral tersebut terjadi di luar kebiasaan masyarakat pada umumnya. Sehingga menimbulkan kesan unik dan berbeda. Dari informasi yang dihimpun, pernikahan Cindra dan dua wanita terjadi begitu spontan, tanpa direncanakan sebelumnya, baik oleh para mempelai maupun keluarga sendiri.

Menurut penuturan Rustam, paman mempelai laki-laki, awalnya pihak keluarga tidak mengetahui jika Cindra memiliki dua kekasih. Sebab, mereka hanya tahu Cindra berpacaran dengan Perawati. Namun, perempuan yang datang ke rumah adalah Indah Lestari.

“Indah yang pertama datang ke rumah dan dijadwalkan menikah dengan Cindra. Namun selang 15 hari kemudian datang Perawati dan juga minta dinikahi oleh Cindra pula,” ujar dia Rustam saat dibincangi di kediaman orang tua Cindra, Rabu (25/10).

Mendapati hal tersebut, sambung dia, keluarga berembuk untuk mencari jalan keluar dengan meminta pendapat ketiganya, Cindra, Indah dan Perawati. “Ini semua kehendak pengantin, kami tidak dapat berbuat. Satu nikah sah menurut negara yakni Cindra dengan Indah Lestari, kalau dengan Pera nikah siri. Sebab, kalau nikah sekali dua tidak akan terwujud,” bebernya.

Selanjutnya, ketiga calon mempelai melakukan persiapan, mulai dari konsep undangan hingga foto prawedding. “Saat konsep undangan mereka semua ikut, foto prawedding juga barsama. Semuanya tidak ada yang disembunyi-sembunyikan,” ucap dia.

Hebohnya pernikahan tersebut, katanya diluar dugaan para mempelai dan keluarga, karena memang tidak ada niatan apapun untuk menyebarkan kabar bahagia tersebut di media atau apapun, kecuali menyebarkan undangan kepada pihak keluarga.

“Kami sudah menetapkan hari H dan dimasukkan dalam undangan. Menyebarkan ini (di media) bukan kehendak kami,” ucapnya.

Disinggung mengenai keseharian Cindra, Rustam menuturkan bahwa Cindra merupakan anak pendiam dan tidak banyak ulah. “Dari lima bersaudara Cindra ini paling pendiam, tidak pernah membantah perintah yang diberikan oleh orang tua. Kami tidak menyangka dia bisa beristri langsung sekali dua,” tandasnya.

Viralnya undangan pernikahan pria satu bersama dua wanita yang bakal digelar November mendatang ditanggapi oleh sejumlah pihak. Terlebih Kantor Urusan Agama (KUA) Sekayu. Yuni, staf pegawai KUA Sekayu membenarkan bahwa calon pengantin pria bernama Cindra beserta dua calon mempelai perempuan mendatangi kantor KUA Sekayu pada 9 Oktober lalu. Kedatangannya, untuk meminta surat rekomendasi dari KUA untuk menikah di Kecamatan Lais.

“Sebelumnya, mereka datang dengan maksud untuk bisa mendaftarkan atas nama calon pengantin perempuan Perawati karena menikah di wilayah Sekayu, namun setelah dimusyawarahkan. Pak Kepala KUA tidak bisa memenuhi, mengingat sebelumnya pihak Cindra juga meminta rekomendasi untuk menikah di wilayah Lais dengan pengantin perempuan Indah Lestari,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Muba, Taufik Fathir SPdI MHI mengatakan, pada prinsip tidak ada, walau bersamaan. Sebab, dalam perundang-undang hanya satu buku nikah yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), jadi bila dilihat dari undangan yang sudah dibuat yang jelas tercantum di KUA Kecamatan Lais atas nama Indah Lestari karena akad nikah pada 6 November. Lalu, untuk mempelai perempuan satunya tidak bisa didaftarkan.

“Jadi KUA Lais  hanya bisa mengeluarkan atas nama Indah Perawati, lalu untuk satunya itu mungkin nikah siri,” ungkapnya.

Apakah pernikahan Cinda ini digolongkan sebagai poligami, Fathir berkomentar, aturan poligami itu harus memenuhi syarat terlebih dahulu, bahkan harus melalui sidang di pengadilan agama. Dan itu pun, sudah beristri bisa mengajukan, ini kan belum baru mau akad nikah, jadi tidak bisa dikatakan poligami.

“Kalau pun mempelai ingin diakui oleh negara juga, prosesnya lama. Mengajukan ke pengadilan agama, menjalani sidang baru bisa diputuskan izin poligami, bisa makan waktu sebulan,” tandasnya. SAF
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here