full screen background image

MotoGP Valencia: Ricardo Tormo Kurang Pas Buat Ducati

VALENCIA – Sirkuit Ricardo Tormo yang bakal menjadi arena MotoGP Valencia, Minggu (12/11) nanti, biasanya lebih bersahabat untuk motor lincah, yang gampang diajak menikung. Itu bukan Ducati.

Rider Ducati Andrea Dovizioso sadar seri terakhir di Valencia bukan tempat yang tepat baginya untuk bertarung. Jika dilihat secara lay out, gaya balap sang rival Marc Marquez lebih pas.

Ricardo Tormo punya banyak tikungan dengan perubahan arah sangat cepat. Trek yang membutuhkan downforce tinggi. Tak heran jika dalam lima tahun terakhir, Yamaha merebut tiga kemenangan di sana.

Selain itu, lay out sirkuit Ricardo Tormo bersifat anti-clock wise alias berputar melawan arah jarum jam. Dengan begitu, tikungan yang mengarah ke kiri lebih banyak ketimbang ke arah kanan. Ada sembilan tikungan ke kiri berbanding lima ke kanan.

Karakter inilah yang menguntungkan gaya balap Marquez. Di trek yang jumlah tikungan ke kirinya lebih banyak, rider 24 tahun tersebut selalu tampil hebat. GP Amerika Serikat di Austin. GP Spanyol di Aragon, dan GP Australia di Phillip Island, di mana sirkuit berputar melawan arah jarum jam Marquez menang.

Yang lebih mengerikan lagi bagi Dovi adalah rekan satu tim Marquez, Dani Pedrosa adalah rider dengan jumlah juara terbanyak di Valencia. Yakni enam kali di semua kelas. Pedrosa mengenal sangat akrab lintasan ini. Jika Pedrosa juara, selesai sudah harapan Dovi.

Tapi Ducati bersama Dovizioso sudah memenangi enam balapan sepanjang musim ini. Fakta tersebut membuktikan bahwa Desmosedici sudah jauh lebih adaptif di semua jenis trek. Di trek di mana Ducati sama sekali tidak diunggulkan, Dovi malah menang.

Dengan menakar kekuatan lawan, Ducati sebenarnya punya Jorge Lorenzo yang juga menjadi salah satu pembalap tersukses di Valencia setelah Pedrosa. Dia menjuara GP Valencia empat kali di kelas premium. Dua kali beruntun diraihnya di dua musim terakhir. Lorenzo sudah dipastikan akan membantu Dovi untuk menang.

Lorenzo sendiri yakin, Dovi punya potensi besar memenangi balapan di Valencia. ”Dovi adalah pembalap yang cerdas. Dia juga sangat mengenal luar dalam motor Ducati yang ditungganginya,” ucap juara dunia tiga kali MotoGP tersebut.

Pembalap Spanyol itu juga menduga Marquez sedang dalam tekanan besar menghadapi GP Valencia nanti. Karena sedikit saja kesalahan, gelar juara yang sudah satu tangan digenggamnnya akan lepas begitu saja. ”Juga karena fakta bahwa meskipun Dovi membuat kesalahan (di Valencia nanti), situasinya tidak akan berubah (Marquez tetap menang),” tandasnya.

Namun ada hal yang membuat Lorenzo yakin bahwa Ducati bisa juara di Valencia. Menurutnya, saat ini Ducati sedang dalam posisi terbaiknya sepanjang musim 2017. Dan yang lebih penting dari itu semua, apapun hasil GP Valencia nanti, Dovizioso tetap juaranya.

Hanya ada dua pembalap yang mampu mengimbangi jumlah kemenangan Marquez dalam satu musim, sejak rider bernomor star 93 itu naik ke kelas MotoGP. Pertama, Lorenzo, kedua Dovizioso.

Dovi bisa menjadi Nicky Hayden pada 2006 lalu. Sama sekali tak dijagokan menjadi juara dunia, rider Amerika Serikat yang tewas karena kecelakaan saat bersepeda itu berhasil mematahkan semua prediksi saat menumbangkan Valentino Rossi di seri terakhir.

“Semua punya keterbatasan. Terkadang Anda berpikir sudah mencapai level tertinggi, tapi kemudian mendapatkan halangan di depan, lalu menemukan cara untuk menghancurkannya. Proses itu, yang sedang saya lalui musim ini,” ujar Dovizioso. CAK/JPNN




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

diyarbakır escort mersin escort istanbul escort