Home Infrastruktur RS Minta Biaya Tambahan, Terancam Putus Kontrak

RS Minta Biaya Tambahan, Terancam Putus Kontrak

0

PRABUMULIH.PE–Pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meminta kepada pesertanya untuk melaporkan, jika rumah sakit yang terikat kontrak. Pasalnya, sesuai perjanjian kontrak atau MoU, segala biaya pelayanan kesehatan yang didapat BPJS Kesehatan sudah ditanggung oleh pihaknya.

“Jika minta biaya tambahan bagi peserta BPJS Kesehatan, pihak rumah sakit terancam sanksi berat. Bisa-bisa pihaknya akan memutuskan kontrak RSUD,” ujar Kepala Cabang BPJS Kesehatan Prabumulih, M Makruf SH saat memberikan sosialisasi ke Sekolah Luar Biasa (SLB), Selasa (7/11).

Makruf menambahkan, kalau permintaan biaya tambahan tersebut sesuai kontrak atau MoU bisa dikategorikan sebagai pungutan liar (pungli). Apalagi, biaya pelayanan peserta BPJS Kesehatan ditanggung pihaknya. Dan, dibayarkan ke RS dimana peserta menerima pelayanan kesehatan. “Klaim yang diajukan RS, kita verifikasi dan dibayarkan. Sehingga, pasien BPJS Kesehatan tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk biaya pelayanan kesehatannya,” katanya.

Masih kata Makruf, informasi yang diterima pihaknya, rencana pada 1 Januari 2018 mendatang peserta Jaminan Sosial Kesehatan (Jamsoskes) bagi warga Prabumulih bakal diintegrasikan ke Jaminan Kesehatan (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). “Mudah-mudahan, itu bisa direalisasikan Pemerintah kota (Pemkot). Sehingga, warga miskin di kota ini bisa terjamin kesehatannya oleh JKN-KIS,” harapnya.

Lebih lanjut Makruf menerangkan, adanya JKN-KIS sendiri tak terlepas adanya inisiasi Anggota DPR RI yang mengusulkannya dan akhirnya dibentuk peraturan perundang-undangan. “Sehingga, program JKN-KIS ini bisa dianggarkan. Sehingga, bisa melindungi seluruh masyarakat Indonesia,” bebernya.

Dengan menggunakan prisip gotong royong, kata Makruf, masyarakat yang sakit bisa tertolong oleh masyarakat yang sehat. Jelasnya, untuk mengobati satu orang yang sakit butuh sekitar 6.200 yang sehat. “BPJS Kesehatan tidak cari untung, sifat sosial untuk penyelanggaran kesehatan bagi masyarakat. Dengan kegotongroyongan, si sakit bisa tertolong,” tandasnya. RAY

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here