full screen background image

Kenalkan Kopi Semendo

PALEMBANG, PE– Gunz Coffee Week 2017 menjadi salah satu ajang yang digelar Gunz Cafe untuk mengenalkan kopi Sumatera Selatan khususnya kopi semendo. Even yang digelar sejak 23-26 November ini melibatkan sedikitnya 100 peserta yang ditantang untuk meracik kopi di kompetisi yang baru pertama kali digelar di Palembang.

“Kompetisi Coffee Week ini salah satu upaya para pelaku usaha kopi di Sumsel untuk mengembangkan kopi Sumsel agar semakin dikenal oleh masyarakat,” ujar M Syah Iqbal Rudianto, Owner Gunz Cafe kemarin. Bahkan kompetisi ini juga mendapat antusias positif dari para peserta karena peserta tidak hanya dari Palembang saja melainkan juga dari Lampung sampai Bengkulu, peserta yang menjadi pemenang masih akan berkompetisi tingkat nasional di Bandung.

Didit sapaan akrabnya juga mengatakan ingin berkontribusi untuk turut mengembangkan kopi Sumsel baik mengenalkan di tingkat nasional hingga internasional, apalagi kopi Sumsel memberikan andil 30 persen perkopian di Indonesia. “Di kompetisi Coffee Week, kita lebih mengangkat cita rasa jenis semendo Arabica, kopi jenis itu sengaja dipilih karena memiliki cita rasa yang kuat apalagi soal taste lebih gurih dan pekat,” jelasnya.

Untuk mendapatkan kopi jenis Arabica ini, Didit mengaku langsung mendatangi petani kopi yang berada di Pagaralam dan Lahat sehingga kualitasnya benar-bener terjamin. Tidak tanggung-tanggung, kopi Semendo yang digunakan di Gunz Cafe beratnya mencapai 20 kilogram sedangkan jenis kopi yang dijual beragam seperti single origin, Aceh Gayo, Bali Kintamani, Semendo Arabica dan Robusta, Java Preanger, Toraja.

“Kita ingin mengangkat kembali kopi Sumsel dan salah satunya dengan melibatkan industri kreatif,” katanya. Sementara itu, Ketua Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, Herlan Aspiudin mengatakan akan membangun wadah untuk petani kopi dengan tujuan lebih mudah menjualnya.

“Kita juga berharap kopi Semendo memang benar dikenal dari Sumsel, karena jumlah kebun kopi di Sumsel juga cukup luas,” katanya. Dari data yang ada jumlah kebun kopi di Sumsel mencapai 250.000 hektar, sedangkan produksi pertahun mencapai 120.000 ton. LA




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

diyarbakır escort mersin escort istanbul escort