full screen background image

Bank Indonesia Siapkan Rp 5,5 Triliun

PALEMBANG, PE – Perputaran uang saat Natal dan Tahun Baru diprediksi tinggi. Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumsel menyiapkan dana mencapai Rp 5,5 triliun dengan berbagai macam pecahan uang.

Deputi Direktur Pengelolaan Uang Rupiah BI Kantor Perwakikan Sumsel, Muhammad Seto Pranoto mengatakan, angka ini naik beberapa persen dari tahun lalu namun pertumbuhannya tak terlalu signifikan.

“Apalagi sekarang ini kita melihat masyarakat sudah mulai menggunakan uang elektronik untuk alat pembayaran, meski volumenya memang belum begitu besar di tahun ini penggunaannya,” katanya.

Dia menuturkan, perubahan masyarakat menggunakan uang elektronik sudah berlangsung beberapa bulan terakhir ini sehingga saat ini masyarakat menggunakan uang elektronik untuk membayar tiket, dan lainnya.

“Penggunaan memang belum besar, perkiraan baru sekitar 10 persen, karena untuk uang elektronik ini belum jadi pilihan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Dengan kemudahan, efektif dan efisien melalui transaksi dengan uang elektronik, maka penggunaan uang digital ini terus didorong untuk terus ditingkatkan.

Lanjut dia mengatakan, kenaikan persiapan uang di Natal dan Tahun Baru dilakukan karena beberapa faktor. Di antaranya, kecendrungan kenaikan harga bahan pokok, serta tarif transportasi di natal dan tahun baru.

Sementara mengenai kondisi perekonomian nasional, khususnya Sumsel. Terungkap, selama tiga triwulan, ekonomi Sumsel tumbuh cukup tinggi. Masing-masing 5,14, 5,26 dan 5,56 persen (yoy), angka itu di atas pertumbuhan ekonomi Sumatera dan Nasional, pemacunya, perbaikan harga komoditas batubara dan karet.

Selain itu, kinerja ekspor didorong oleh perbaikan kondisi ekonomi negara tujuan utama ekspor Sumsel antara lain Amerika Serikat, Tiongkok, dan Eropa. Di sisi lain, investasi terus meningkat ditopang oleh pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan infrastruktur pendukung Asian Games.

Pada tahun mendatang, ekonomi Sumsel diperkirakan tetap mengalami pertumbuhan dengan kisaran 5,3 persen hingga 5,6 persen dengan kecenderungan mendekati batas bawah. “Sedangkan, inflasi IHK diperkirakan cukup terkendali dalam rentang 3,5 persen ± 1 persen,” aku dia.

Ada beberapa potensi pemacunya yakni pembangunan infrastruktur pelaksanaan Asian Games. Penyelenggaraan Pilkada serentak dan peningkatan tren harga komoditas unggulan Sumsel. “Namun demikian, Pilkada yang berlangsung tahun 2018 juga memiliki downside risk (resiko penurunan) di antaranya risiko ketidakstabilan keamanan dan ketertiban menjelang dan pasca Pilkada di samping investor yang cenderung bersikap wait and see,” tandasnya. KUR

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *