full screen background image

Dinilai Asal-asalan, Kontraktor Diduga Lakukan Penyimpangan

PALI, PE ‎Warga Desa Muara Ikan, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kecewa dan tidak puas dengan hasil pengerasan jalan oleh PT Nadine Karya Peratama karena dianggap asal-asalan atau tidak maksimal. Pengerasan jalan yang menelan uang rakyat melalui APBD Kabupaten PALI tahun 2017 sebesar Rp2,9 miliar tersebut diduga telah terjadi penyimpangan.

Kepala Desa (Kades) Muara Ikan, Pausy Ahmad mengatakan, dirinya mewakili masyarakatnya telah sepakat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI untuk tidak membayar pengerjaan dan mencoret nama PT Nadine Karya Peratama, di Kabupaten PALI sebagai jasa konstruksi.

“Masyarakat sangat kecewa dengan hasil pengerjaan ini. Kita sudah memegang Rancangan Angaran Biaya (RAB) pengerjaan itu dan melakukan konsultasi bahwa pembangunan ini sudah sangat melenceng. Makanya, masyarakat melalui perangkat desa dan tokoh masyarakat membuat surat pernyataan atau permohonan,” ujarnya saat dibincangi, Rabu (27/12).

Diterangkannya, surat tersebut telah diberikanya kepada pimpinan DPRD Kabupaten PALI, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas PPKAD dan Kejaksaan Negeri PALI supaya bisa ditindaklanjuti dan pengerjaan yang telah dilakukan bisa dimaksimalkan sebelum dilakukan pembayaran.

“Kami tidak menuntut apa-apa, cuma meminta pengerjaan pengerasan jalan menuju desa kami bisa dimaksimalkan sesuai dengan RAB. Kami minta semua pihak terkait meninjau langsung ke lapangan agar bisa melihat kondisi hasil pengerasan tersebut,” terangnya.

Sementara itu Wakil Ketua I DPRD Kabupaten PALI, Devi Harianto SH MH membenarkan, adanya surat yang dimaksud masuk ke pimpinan, dengan harapan untuk segera ditindaklanjuti.  “Memang benar suratnya yang dimaksud masuk ke pimpinan DPRD Kabupaten PALI. Kita akan menindaklanjutinya dalam waktu dekat ini,” tukasnya. JOE

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *