full screen background image

Puluhan Rumah Terendam Banjir

PALI, PE  Meluapnya anak Sungai Batang Hari Abab menyebabkan puluhan rumah yang berada di pinggiran sungai Desa Karang Agung dan Desa Betung, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI terendam banjir.

Akibatnya, warga yang rumahnya terkena dampak banjir membuat jambatan dari kayu, bambu dan papan sebagai penghubung dari rumah ke daratan. Warga setempat mengakui, jika banjir, tersebut merupakan banjir musim sehingga warga membuat rumah panggung agar air tak masuk ke rumah.

“Jadi setiap Sungai Batang Hari Abab meluap karena hujan deras, air pasti masuk ke pemukiman penduduk dan ini sering terjadi,” kata salah seorang warga Karang Agung, Nandar saat dibincangi, Rabu (27/12).

Nandar mengungkapkan, banjir tersebut sudah sudah tiga pekan terjadi dengan kedalaman mencapai dua meter lebih. “Kalau rumah warga yang dekat dengan sungai, kedalaman air sampai dua meter, sedangkan kalau jauh dari sungai sampai lutut orang dewasa. Ada puluhan warga yang terkena banjir akibat hujan dan luapan sungai,” ungkapnya.

Sementara warga lainnya, Eliman mengatakan, banjir tersebut disebabkan Sungai Batang Hari Abab dangkal. Karenanya, dirinya berharap agar pemerintah secepatnya melakukan normalisasi Sungai Batang Hari Abab dari hilir ke hulu.

“Kami berharap agar Sungai Batang Hari Abab cepat dikeruk sehingga banjir tidak terlalu parah dan air cepat mengalir,” harapnya.

Dibeberkannya, dahulu jika terjadi banjir tidak terlalu lama. Namun, akibat adanya pembukaan lahan perkebunan sawit secara besar-besaran oleh PT Golden Blonsun Sumatera (GBS) terletak di Desa Prambatan dan Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Abab maka resapan air jadi berkurang.

“Ribuan hektar hutan gambut liar ditanami sawit oleh PT GBS. Dampak sekarang sangat terasa, kalau musim hujan cepat banjir dan musim kemarau krisis air berkepanjangan,” tukasnya. JOE

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *