full screen background image

Dishub Berang, PT Santika Biarkan Air Menggenang dan Rusak Jalan

PALI, PE Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sunardin SH berang, pasalnya ulah PT Santika yang tidak memperhatikan lingkungan terutama akses jalan membuat jalan rusak.

Hal ini diungkapkan, Kepala Dinas Perhubungan PALI, Sunardin, Ahad (7/1). Dia mencontohkan beberapa ruas jalan dari sumur PT Santika menuju jalan raya justru dibiarkan rusak, sehingga air menggenangi jalan raya.

Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI sudah berupaya membangun jalan tersebut dari jalan lumpur menjadi jalan aspal. “Jalan menuju sumur mereka dibiarkan becek tanpa saluran air, sehingga berlumpur karena air menggenangi jalan. Kalau dibiarkan bisa merusak jalan,” tegas Sunardin akhir pekan lalu.

Diterangkannya, Pemkab PALI sudah mengucurkan dana miliaran agar jalan yang semula berlumpur bisa mulus beraspal. “Pemerintah sudah susah payah membangunnya. Uang puluhan miliar dihabiskan untuk membangun jalan sampai mulus. Tapi perusahaan justru semaunya. Tidak ada keinginan untuk membantu merawat,” terangnya.

Sunardin mengancam akan memasang portal di beberapa persimpangan menuju sumur bor jikaa perusahaan tidak peduli untuk merawat jalan. “Mereka membangun jalan tidak mau, tapi ikut menjaga pun jadilah. Ikut berpartisipasilah dalam membangun kabupaten ini. Jangan cuma menyedot minyaknya saja. Apa susahnya dibuatkan parit atau jalannya diperbaiki agar masyarakat bisa menikmati saat pergi ke kebun,” jelasnya.

Senada dikatakan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI, Mukhlis Nabil BA, jika beberapa hari lalu bersama Kadishub sudah melakukan sidak ke beberapa sumur milik PT Santika.

Mukhlis juga mengaku geram, karena tumpahan minyak dari sumur bor justru dibiarkan berserakan, sehingga meninggalkan cairan hitam yang mengental. Menurutnya, perusahaan harus memperhatikan lingkungan sekitar. Tidak ada alasan musim penghujan menyebabkan minyak meluap.

Kalau sudah tahu hujan, perusahaan harus melakukan antisipasi agar tumpahan minyak tidak mencemari lingkungan apalagi sampai tumpah ke jalan atau menggenangi lahan pertanian masyarakat.

“Waktu kami sidak kemarin, beberapa karyawan PT Santika beralasan minyak tumpah akibat hujan. Alasan itu tidak bisa kami terima. Apapun terjadi, genangan minyak tidak boleh dibiarkan” tegas Mukhlis.

Saat sidak tersebut, terangnya, meskipun sudah bertemu dengan beberapa karyawan, namun pihaknya akan melayangkan surat panggilan kepada PT Santika. “Kami tidak mau kejadian ini terulang kembali. Apalagi tadi Dinas Perhubungan juga mengeluhkan air yang menggenangi jalan sehingga berpotensi merusak jalan,” tukasnya. JOE

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *