full screen background image

Dua Tahun Proyek Rusunawa Mangkrak

PRABUMULIH.PE- Belum tuntasnya pembangunan Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) di Komplek Islamic Center Kota Prabumulih, kembali menjadi sorotan pihak legislatif. Pasalnya, sudah hampir dua tahun ini pembangunan tersebut tak kunjung selesai dan difungsikan sebagaimana mestinya.
Terkait hal ini, Ketua DPRD Kota Prabumulih, H Ahmad Palo SE menegaskan, bahwa pihaknya dalam waktu dekat ini akan menyurati Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk mempertanyakan permasalahan yang menjadi kendala sehingga proyek Rusunawa tersebut tidak kunjung kelar.
“Bukan hanya Pemerintah Kota (Pemkot) saja yang menyurati, tetapi kita juga akan menyurati Kementerian PUPR. Kita mendorong supaya pembangunan Rusunawa tersebut bisa diselesaikan secepatnya,” katanya, Kamis (11/1/2018).
Langkah ini diambil, sambung Palo, agar Rusunawa di Kota Prabumulih bisa cepat difungsikan dan dihuni oleh warga yang berhak, sehingga pembangunannya bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. “Apalagi warga yang berhak sudah cukup lama menunggu untuk segera menempatinya,” tegasnya.
Rasa kecewa juga diungkapkan oleh Wali Kota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM. Ridho menjelaskan, Pemkot Prabumulih melalui Bappeda sendiri sudah empat kali menyurati Kementerian PUPR, untuk meminta agar Rusunawa tersebut segera diselesaikan.
“Kita telah berupaya mendorong untuk penyelesaian pembangunan Rusunawa tersebut, tetapi memang belum ada respon dari Kemen PUPR. Jadi, kita sekarang ini hanya bisa menunggu pihak ketiga untuk segera menyelesaikan pembangunannya,” terangnya.
Masih kata Ridho, belum selesainya pembangunan Rusunawa selama dua tahun ini, seharusnya menjadi perhatian pemerintah pusat. “Kalau pembangunannya belum juga selesai seperti ini, kita yakin akan menjadi temuan BPK RI. Kemen PUPR dan pihak ketiga akan menanggung akibatnya, karena proyek tersebut molor terlalu lama,” pungkasnya. RAY




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *