full screen background image

PPDB Sekolah Unggulan Dibuka

 

Daftar Online, 11-13 Januari 2018

PALEMBANG, PE – Dua sekolah unggulan yang menerapkan Kurikulum Cambridge di Kota Palembang  sudah buka Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018. Ke dua sekolah itu yakni SMAN 1 dan SMA Plus Negeri 17 Palembang menerapkan proses penerimaan lewat online selama tiga hari, 11-13 Januari 2018.

Kepala SMA Plus Negeri 17 Palembang, Parmin SPd MM menjelaskan, proses tahapan penerimaan siswa baru dimulai dari Penelusuran Minat dan Prestasi Akademik (PMPA). Para peserta mendaftar dengan mengakses website sekolah yakni www.sman17plg.sch.id mulai pukul 08.00-14.00 WIB.

“Calon siswa bisa menentukan dua peminatan yakni MIPA dan IPS,” kata dia, kemarin.

Lewat PMPA, sambung dia, calon siswa harus unggul di bidang akademik maupun non akademik. Selain itu, calon siswa harus memiliki nilai rata-rata rapor SMP/MTs mulai dari mata pelajafan Matematika, Bahasa Indonesia, IPAI/PS. “Verifikasi dilakukan mulai dari kelas VII sampai IX. Adapun nilai rata-rata minimal 82.0,” ungkapnya.

Selain syarat tersebut, siswa juga harus melampirkan piagam prestasi akademik dan pas foto. Tentu saja tahap seleksi berkas ini sebagai penentu apakah mereka lolos di jalur PMPA atau tidak. “Namun yang paling utama adalah calon siswa wajib hafal Alquran minimal 30 juz. Mereka juga Wajib tinggal di asrama saat di kelas X dan berkomitmen untuk mengikuti kurikulum Cambridge,” terangnya.

Terpisah, Kepala SMAN 1 Palembang Nasrul Bani menambahkan, SOP PPDB sendiri yakni dimulai dari sosialisasi kepada seluruh kepala SMP di Sumsel pada 8-10 Januari. Kemudian pendaftaran secara online dan verifikasi pada 11-13 Januari dengan tes tertulis pada tanggal 15 Januari dan pengumumannya tanggal 16 Januari.

“Sosialisasinya sendiri sudah berjalan, sementara Juknisnya sudah disebar se-Sumsel. Namun secara resmi akan kita mulai ke Kepala SMP pada tanggal 8 Januari nanti secara sporadis,” ujarnya.

Sementara untuk daya tampung sekolahnya tahun ajaran 2018/2019 ini sekitar 432 siswa untuk 12 rombel. “PPDB ini kita bebas tidak menerapkan zonasi khusus SMAN 1, 17 dan SMAN Sumsel itu lintas Zonasi,” akunya.

Menurutnya, alasan pihaknya menerapkan sistem PPDB lintas zonasi ini untuk menjaring anak yang cerdas baik yang pra-sejahtera dan mampu secara finansialnya. “Nantinya akan ada tes Toefl. Dari sana maka akan kita tentukan peringkatnya, untuk masuk ke kelas Cambridge. Dimana kita menyiapkan tiga kelas Cambridge dengan kapasitas maksimal 20 siswa,” paparnya.

Selain itu, ia menguraikan, nantinya akan ada pemetaan yang menghasilkan silabus khusus, di mana anak itu belajar Kurikulum Cambridge dan nasional secara bersamaan. “Pelaksanaannya itu tingkat keluasan materi lebih tinggi dibanding nasional dan juga bahasa penyampaiannya kita usahakan dominan bahasa Inggris,” jelasnya. RIS




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *