full screen background image

Kirim atau Bungkus Pempek Dikenai Pajak

PALEMBANG, PE – Pempek merupakan penganan khas Kota Palembang yang cukup diminati masyarakat lokal, bahkan luar kota. Bahkan, pempek dikirim keluar dari Kota Palembang bisa mencapai 1-3 ton perhari. Nah, peluang tersebut mulai dilirik pemerintah sebagai potensi sumber pajak baru. Untuk itulah, ke depan mengirim atau membungkus pempek (membeli untuk dibawa pulang, red) akan dikenakan pajak.

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, Shinta Raharja mengatakan, potensi ini sebagai sumber pajak baru yang dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang. Saat ini pihaknya sedang meminta rumusan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang, terkait payung hukum untuk memungut retribusi pajak pengiriman pempek.

“Selama ini mereka hanya membebankan pajak kepada yang makan ditempat. Sedangkan untuk yang bungkus atau dikirim, tidak dikenakan pajak,” ujarnya beberapa waktu lalu. Shinta berharap ke depan pajak kuliner jenis pempek ini berlaku juga untuk yang take away atau dibungkus dan packing atau untuk pengiriman.

“Kuliner pempek saat ini memiliki potensi yang cukup tinggi terhadap PAD Kota Palembang, dan kami melihat hal itu. Apalagi kami dapat kabar, pada hari biasa pengiriman pempek keluar Palembang mencapai tiga ton perhari,” jelasnya.

Shinta mengimbau, agar kedepan restoran kuliner khas Palembang dapat menerapkan hal itu jika memang nanti payung hukum terhadap pajak pempek bagi yang take away atau packing berlaku. “Kita minta seluruh restoran khas Palembang patuh terhadap pajak. Karena selama ini, restoran khas Palembang terkesan sulit bayar pajak,” tandasnya. DYN




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *