full screen background image

Motif Durian dan Bunga Lingga Jadi Ciri Khas

LUBUKLINGGAU, PE – Motif batik durian dan bunga lingga menjadi icon ciri khas batik Lubuklinggau, itu telah dipatenkan sebagai ciri khas dari kota Lubuklinggau. Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe didampingi Ibu PKK kota Lubuklinggau mengatakan pengrajin batik di Lubuklinggau sebenarnya telah lama ada, namun produksinya masih skala kecil dan terbatas.

“Kita resmikan hari ini dengan harapan pemerintah kota (Pemkot) akan menjadi motor pendukung untuk produksi massal agar kedepannya hasil pruduknya dapat menembus pangsa pasar nasional,” ungkapnya. Nanan sapaan akrab walikota menambahkan, motif batik durian dan bunga lingga ini diproduksi oleh 7 pengrajin, dan harus ditambah lagi jumlah para pengrajinnya. Karena selama ini mereka kualahan dengan permintaan pasar lokal yang cukup tinggi, namun karena terbatasnya pengrajin dan minimnya alat produksi. Mereka tidak dapat memenuhi secara keseluruhan.

“Akan segera kita adakan enterpreneurship guna mencari dan melatih bakat melukis batik, agar produksi rumah batik ini dapat memproduksi secara besar, dan memenuhi permintaan pasar,” terang Nanan. Sementara itu ibu PKK kota Lubuklinggau,  Hj Yetty Oktarina menuturkan dengan diresmikan rumah batik ini berharap batik durian menjadi terkenal dan menjadi familiar terutama di kota Lubuklinggau dan di kancah nasional.

“Perlunya support dari masyarakat agar dapat memakai dan mempromosikan batik khas kita ini, terutama dinas-dinas di lingkungan Pemkot diharapkan dapat mengenakan motif batik ini sebagai bentuk dukungan terhadap kota Lubuklinggau,” jelasnya. Rina mengutarakan, harga batik ini tergolong terjangkau di kisaran Rp150- 200 ribu, sedangkan untuk kain songket dengan harga Rp2,5 juta hingga yang termahal Rp3,5 juta.

“Bahan batik kita dapat bersaing dengan kualitas batik lainnya, karena memiliki bahan pilihan, ada yang dasar katun, kain songket dan sebagainya. Harganya pun cukup terjangkau dan kualitas bersaing, makanya besar harapan kita agar batik Lubuklinggau menembus pasar nasional. Itu semua tak terlepas dari peran masyarakat kota Lubuklinggau,” tutupnya. NSR/ AFA

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *