full screen background image

Diperiksa 7 Jam Lebih, Gunawati Tak Ditahan Penyidik

PALEMBANG, PE – Meski diperiksa penyidik Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palembang selama 7 jam lebih, tersangka Gunawati Koko Thamrin dipersilakan pulang alias tidak ditahan.

Pemeriksaan yang berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 17.20 WIB, sedikitnya 41 pertanyaan yang ditanyakan penyidik Pidsus Polresta Palembang kepada Direktur Utama PT Indo Citra Mulia (ICM) itu.

Diketahui, Gunawati dijerat dengan pasal 46 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2002 tentang bangunan gedung, yang ancaman hukumannya 3 tahun kurungan penjara.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidsus, Iptu Hary Dinar mengatakan, tersangka Gunawati tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun.

“Ya, usai diperiksa tersangka G diperbolehkan pulang atau tidak kita tahan karena dia sudah memenuhi panggilan, alasan lain karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun,” katanya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Gunawati Koko Thamrin, Triyanto mengatakan, pemeriksaan kliennya sebagai tersangka, pada umumnya penyidik menanyakan terkait pembangunan perizinan Hotel Ibis.

“Kita ikuti proses hukum selanjutnya. Kalau dipanggil lagi, kita akan datang. Kami tunggu saja. Kami tidak mangkir, panggilan itu tanggal 29. Klien kami sedang berada di luar negeri,” katanya.

Pria yang diketahui sebagai kerabat dekat dari Gunawati Koko Thamrin ini mengaku, kliennya hanya diperiksa dan tidak dilakukan penahanan.

“Tidak ditahan. Kapan akan dilimpahkan ke pengadilan, silahkan tanya penyidik. Apakah kasus ini layak atau tidak untuk dilimpahkan?” katanya.

Pantauan tim Palpres.com, tersangka Gunawati Koko Thamrin tiba di ruang Unit Pidsus lebih awal dari yang dijadwalkan. Sekitar pukul 10.00 WIB, tersangka sudah berada di ruang Kanit Pidsus.

Sebelum pemeriksaan selesai, Gunawati hanya terlihat satu kali keluar dari ruang penyidik untuk ke kamar kecil pada pukul 12.48 WIB.

Diketahui, tersangka Gunawati Koko Thamrin, mangkir dua kali untuk memenuhi panggilan penyidik, panggilan pertama pada 29 Desember 2017 kemudian panggilan kedua Senin (22/1).

Sementara itu Pengacara PT SBA, Mulyadi mengatakan, meminta dengan penegak hukum untuk memperoses kasus ini secara ojektif dan pihaknya akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Mulyadi menilai, keputusan ditahan atau tidak hak dan kewenangan polisi dan mungkin penyidik Polresta ada pertimbangan lain.

“Kalau masalah tersangka G tidak ditahan kami tidak tahu langsung saja tanyakan dengan penyidik, itu bukan wewenang kami dan kami selalu memantau kasus ini  sampai selesai,” katanya singkat. DYN




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

diyarbakır escort mersin escort istanbul escort