full screen background image

Kenalkan Bolu Nanas dan Model, Dodi Tuai Pujian Warganet

JAKARTA, PE – Suasana mengejutkan tampak di acara Liga Dangdut Indonesia yang ditayangkan di Indosiar pukul 19.00 WIB Ahad (28/1) malam. Bupati Musi Banyuasin (Muba), H Dodi Reza Alex Noerdin tampak hadir menjadi audiens di studio Indosiar untuk mensupport salah satu peserta yakni Mitamusari (16) asal Desa Ulak Paceh, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Muba.

Tidak hanya hadir untuk mensupport Mita, kehadiran orang nomor wahid di Muba ini juga sontak mengejutkan warga Indonesia khususnya warga Sumsel. Pasalnya Presiden Sriwijaya FC ini sengaja membawa kuliner khas Sumsel untuk diperkenalkan ke penonton Liga Dangdut baik di studio maupun di rumah.

“Pak Dodi memang keren, bawa kuliner khas Sumsel supaya dikenal seluruh masyarakat Indonesia,” tulis @Andre_Hehanusa di akun twitter miliknya.

Senada diungkapkan Willy, ia menyebutkan yang dilakukan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dua periode tersebut sangat mengangkat derajat warga Sumsel. “Memang sekilas yang dilakukan Pak Bupati Dodi ini biasa-biasa saja, tapi efeknya beliau sangat mengangkat derajat Sumsel khususnya Muba kepada seluruh masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, Warganet lainnya yang berkomentar yakni Hesty menyebutkan, pasca Bupati Muba, H Dodi Reza Alex Noerdin mengenalkan kuliner khas Sumsel secara live di TV tentu kuliner khas Sumsel akan lebih dikenal.

“Keren Pak Dodi, ngomong-ngomong model dengan bolu nanas tuh apo dimasak dewek pak?” tulis Hesty di akun instagram miliknya.

Sementara itu, Bupati Muba, H Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, kehadirannya tersebut ke studio Indosiar untuk memberikan dukungan langsung kepada Mita yang merupakan peserta Liga Dangdut yang mewakili Muba. “Selain itu, saya juga ingin supaya kuliner Sumsel yang dibawa ini bisa dikenal seluruh masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Dodi menambahkan, Sumsel akan menjadi tuan rumah hajatan olahraga tingkat internasional yakni Asian Games. “Jadi, apa yang dimiliki masyarakat Sumsel ini sebelum dikenal dunia harus terlebih dahulu dikenal di seluruh Indonesia,” pungkasnya. SAF




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *