full screen background image

Umroh Gratis dan Santunan Kematian Kembali Distop

BANYUASIN. PE-Untuk menghindari adanya muatan politis bagi Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pilkada serentak, termasuk di Banyuasin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin terpaksa tidak melanjutkan program umroh pada tahun ini.

Program umroh gratis yang diberikan Pemkab Banyuasin kepada masyarakat yang berpretasi dalam bidangnya, disarankan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI tidak dianggarkan. “Ada saran dari BPK RI pada tahun politik ini tidak dianggarkan, dikhawatirkan ada muatan politis,”ujar Drs Acmad Mastur, Msi Kabag Kesra Setda Banyuasin kepada wartawan, Selasa (6/2).

Menurut Achmad, 2018 merupakan tahun kedua program umroh dihentikan. Selain memang saat ini Pemkab Banyuasin juga mengalami defisit anggaran, lantaran dialokasikan untuk biaya Pilkada Banyuasin.

“Ya, Pemkab Banyuasin terpaksa mengambil kebijakan melakukan pemangkasan program, untuk mengcover seluruh pembangunan di wilayah Banyuasin,” jelasnya.

Padahal, pihaknya sudah ada ancang-ancang untuk mengusulkan sebanyak 100 orang yang akan diberangkatkan umroh. “Saya berharap masyarakat dapat memahami kondisi keuangan Pemkab Banyuasin saat ini,”katanya.

Selain program umroh gratis yang tidak dianggarkan, tahun ini juga dialami program santunan kematian untuk warga Banyuasin yang meninggal dunia. Di dalam program ini, jenazah yang berusia dibawah 17 tahun mendapatkan bantuan Rp 1 juta, sedangkan diatas 17 tahun Rp 1,5 juta. “Sejak tahun 2016 lalu program santunan kematian distop. Untuk selanjutnya tergantung dengan kebijakan bupati yang terpilih nanti,”pungkasnya. BUD




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

diyarbakır escort mersin escort istanbul escort