full screen background image

Astaga, di OKU Hanya 215 Rumah yang Ada IMB

BATURAJA. PE – Selama kurun waktu lima tahun terakhir yakni 2012 hingga 2017, hanya tercatat 215 rumah tinggal yang memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kabupaten OKU. Sedangkan untuk Ruko, tercatat sebanyak 273 unit saja yang ada IMB.

Demikian dijelaskan Kepala Dinas PM dan P2SP, Ir H Gunawan Somad MM didampingi Kabid Peyelenggaran Pelayanan Perizinan Non Perizinan, Sriwiyati SE, kemarin (12/2) di ruangan kerjanya. Menurut dia, dari data pihaknya diakui  jika angka objek IMB rumah tinggal ini sangat minim, bahkan tergolong sangat minim, jika dibandingkan dengan keberadaan jumlah rumah tinggal yang sudah didirikan di OKU.

“Ya tentu sangat minim, karena jumlah rumah tinggal di OKU ini tentunya mencapai ribuan objek,” ujarnya miris. Oleh karenanya, untuk menggenjot dan menaikan jumlah objek IMB dan PAD dari sektor IMB di OKU, pada 2017 ini pihaknya berinisiatif akan melakukan layanan pemutihan IMB yang direncanakan akan dilakukan sekitaran April mendatang yang pelaksanaannya akan dilakukan selama enam bulan.  “Kita masih menunggu SK bupati. Yang jelas kita sudah membentuk tim dan melakukan pembahasan soal rencana pemutihan ini,” ujarnya.

Masih menurut dia, objek pemutihan IMB ini nantinya akan terfokus pada pendirian bangunan atau  rumah tinggal yang sudah cukup atau lama didirikan namun belum memiliki IMB. Sehingga dengan pemutihan, diharapkan masyarakat atau objek pemilik rumah tinggal dapat segera melakukan pengurusan IMB tanpa harus dikenakan denda atau biaya yang mahal.

Dikatakannya, tujuan dilakukannya pemutihan layanan IMB ini, untuk memudahkan masyarakat yang telah cukup lama mendirikan bangunan, namun belum mengurus izin IMB. Karena menurutnya, cukup banyak bahkan masih terbilang minim jumlah rumah tinggal yang ada di OKU yang sudah mengajukan atau membuat IMB.

“Ini murni program kami pada 2018, selain untuk meningkatkan PAD dari IMB. Juga bertujuan agar bangunan baik rumah tinggal dan bangunan Ruko memiliki legalitas resmi (IMB), karena masih banyak rumah tinggal di OKU, terutama rumah tinggal didusun (desa), yang ternyata belum memiliki IMB,” terang Gunawan.

Disinggung kapan pelaksanaan pemutihan IMB, dirinya belum dapat memastikan kapan pelaksanaannya. Namun kegiatan pemutihan IMB ini, segera dilaksanakan pihaknya, setelah SK bupati ditetapkan. “Kita masih menunggu SK bupati. Untuk pelaksanannya kita lakukan selama enam bulan. Harapannya dapat menjaring minimal 500 objek baru IMB,” pungkasnya.   YEN

 


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *