full screen background image

Catut Sumbangan Masjid, Irwansyah Digelandang Warga

BANYUASIN.PE-Karena menganggur, membuat Irwansyah (35) warga 1 Ulu Kota Palembang nekat menipu masyarakat dengan meminta sumbangan dana untuk pembangunan manara Masjid Al-Hijriyah yang saat ini tengah berlangsung di Kelurahan Kayuara Kuning Kecamatan Banyuasin III.

Supaya dipercayai masyarakat, modus yang dilakukan pelaku dengan memalsukan tanda tangan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Parman dan Lurah Kelurahan Kayuara Kuning Maryati. Seperti dilihat dari daftar sumbangan dana masyarakat, pelaku meraup keuntungan yang nilainya mencapai jutaan rupiah.

Ulah Irwansyah ini ternyata sudah dicurigai masyarakat sebab sering beroperasi diwilayah Pangkalan Balai dan sekitarnya. Nasib apes menghampiri pelaku, saat sedang beraksi diwilayah Sembawa, alhasil tertangkap tangan oleh masyarakat. Lalu diserahkan kepada pengurus Masjid Al-Hijiryah, Selasa (13/2).

“Sebanarnya pelaku sudah lama menjadi incaran kita selama ini, karena meminta sumbangan dana dengan masyarakat yang mengatasnamakan pembangunan Masjid Al-Hijiryah. Padahal, jelas ini bentuk penipuan yang dilakukan pelaku, makanya kalau ada masyarakat yang melihat kita minta langsung ditangkap,” ujar Poniran Ketua Pengurus Masjid Al-Amir.

Usai diamankan warga, Poniran menerangkan akan menyerahkan pelaku ke pihak yang berwajib untuk diproses secara hukum. Langkah ini dilakukan, jangan sampai masjid-masjid yang lain jadi korban berikutnya.

“Sudah kita laporkan ke Polsek Pangkalan Balai, untuk ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Saya berharap pelaku jera melakukan hal demikian,”terangnya.

Dari ketarangan pelaku, jika pekerjaan haram itu dilakoninya selama 4 bulan. Sebelum melakukan perbuatanya, kata dia awalnya melihat masjid sedang ada pembangunan, lalu mencari tahu siapa panitia dan lurah setempat. Ilmu itu didapatkan saat belajar dari pengalaman selama ini, bersama dengan teman-temannya yang ada di Palembang.

“Selama ini saya pernah melakukan hal yang sama di Palembang. Lalu dipraktikan disini, pura-pura minta bantuan dana pembangunan masjid di masyarakat,”ujar Irwansyah.

Ia mengaku terpaksa melakukan pekerjaan berdosa itu, karena saat ini sedang tidak ada pekerjaan tetap. Apalagi SD pun tidak tamat, mana ada yang mau menerima pekerjaan di Palembang. “Dengan cara ini, hasilnya cukup lumayan untuk menghidupi 4 orang anak dan istri di rumah. Saya menyesal, sebab saya satu-satu tulang punggung keluarga,”sesal dia. BUD




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *