full screen background image

Ibu Lurah Cepat Bantu Warga Tertimpa Musibah

MARTAPURA, PE- Lurah Kelurahan Dusun Martapura Erna Anggraini bukan hanya cantik dan pintar, tapi juga begitu cepat bergerak membantu warganya yang tertimpa musibah dan membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Warga yang mengalami musibah tersebut Yoni Andika Pratama (18), warga Tebat Sari Kelurahan Dusun Martapura. Yoni terpaksa tak dapat lagi beraktivitas seperti biasa, karena lumpuh akibat terjatuh dari pohon kelapa setinggi 15 meter satu bulan yang lalu.

“Waktu saya mendapatkan kabar dari warga, saya langsung menghubungi Ketua Komisi IV DPRD OKU Timur Fenus Antonius untuk mendapatkan bantuan, sebab korban harus dibawa ke RSMH Palembang. Lukanya sudah parah, sementara keluarga korban belum ada dana untuk berangkat ke Palembang,”jelas Lurah Erna kepada awak media, kemarin.

Erna Anggraini mengatakan, setelah dirinya menghubungi Ketua Komisi IV DPRD OKU Timur, Fenus langsung merespon dengen cepat dan bersedia membantu korban untuk mempersiapkan keberangkatan ke RS di Palembang

“Saya sangat terima kasih atas bantuan Ketua Komisi yang peduli terhadap Yoni. Selain itu dirinya usul juga ke BAZ OKUT. Terima kasih atas respon cepat Pak Fenus dan pihak RSUD Martapura, yang mau memberangkatkan korban dengan mobil Ambulance dengan gratis,” jelasnya.

Sementara Fenus mendengar kabar tersebut dari Lurah langsung mendatangi korban, untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh keluarga korban. “Kami berinisiatif untuk segera memberangkatkan adik kita ini ke Palembang. Karena jangan ditunda lama-lama. Untuk kendala dana, kita bantu. Alhamdulillah respon RSUD Martapura juga cepat. Semoga keadaan cepat selesai dan segera sembuh,” ucap Fenus didampingi Lurah setempat.

Menurut salah satu keluarga korban, putra pasangan dari Sa’ari dan Wahyuti ini terjatuh saat memanjat pohon kelapa di kebun. Diduga saat itu Yoni kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh. Akibatnya, korban mengalami luka memar, yang lama  kelamaan membusuk  dan cukup besar pada bagian pantat. Sementara syaraf kaki terganggu, yang mengakibatkan korban tidak bisa berjalan.

“Cukup tinggi pak, ada 15 meter. Anak kami ini sempat bergantung pada pelepah kelapa, tapi lepas dan jatuh ke pohon coklat sebelum jatuh ke tanah. Sudah kami bawa ke pengobatan tradisional dan rumah sakit Martapura dan Baturaja, tapi tidak sanggup dan dirujuk ke RSMH Palembang, tapi kami tidak punya biaya untuk berangkat,” jelasnya.MAN

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *