Home Sumsel 12 Tahun Berdiri, Dusun Gersik Belum Dimasuki Listrik

12 Tahun Berdiri, Dusun Gersik Belum Dimasuki Listrik

0
Warga Gersik menunjukkan belum adanya jalur listrik di Dusun 4 Desa Krani Jaya.

MURATARA, PE- Sejak dimekarkan menjadi Dusun 4, Desa Krani Jaya Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), warga Gersik mengeluhkan belum merasakan pembangunan dari pemerintah daerah. Salah satunya, penerangan dengan aliran listrik dan sarana air bersih.

Pasalnya selama 12 tahun dan tiga periode pergantian Kepala Desa Krani Jaya, kurang lebih 50 Kepala Keluarga (KK) di Dusun 4 Pusri, usulan warga terkait listrik tidak kunjung terealisisi, ditambah hingga saat ini warga juga belum menikmati pembangunan sarana air bersih.

Diungkapkan Aherudin (53) warga Dusun 4 Pusri yang pernah menjadi Kadus, sejak dimekarkan menjadi Dusun 4 di Desa Krani Jaya, warga Gersik disini belum menikmati listrik dan sarana air bersih seperti dusun-dusun lainya, padahal jarak jalur listrik hanya berkisar 1 kilometer.

Menurut Aherudin, sejak awal berdiri dusunnya, warga sudah kompak mengusulkan terkait pemasangan listrik semasa dia menjabat sebagai kadus. Usulan itu sudah terlalu sering disampaikan warga, tetapi hingga saat ini tidak ada tidak lanjutnya.

“Mulai dari listrik, air bersih, pembangunan siring, atau sarana kesehatan disini belum pernah ada, padahal jaraknya sendiri sangat dekat dengan pemerintah desa. Memang ketinggalan sekali Dusun Pusri ini,” keluhnya, Senin (21/10).

Diakuinya saat masih dalam satu dusun, warga ikut menandatangani penjualan besi jembatan Pertamina yang sekarang diganti jembatan beton, dengan total berat 7 ton lebih. “Katanya uang itu untuk pemasangan jalur listrik PLN, tetapi sampai sekarang tidak tahu kemana. Kepada pemerintah Kabupaten, warga sangat berharap sekali bisa menikmati listrik dan pembangunan lainnya seperti dusun-dusun lain,” harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Aswin (33) warga setempat. Menurut dia, hingga saat ini warga desa mengunakan penerangan genset dan lampu teplok. Terkadang dia merasa cemas saat malam hari saat anak-anak bermain, dikhawatirkan akan terkena lampu teplok.

Baca Juga  Lewat Jembatan Gantung Rusak, Ibu dan Anak Terjatuh

“Kalau ada listrik pastinya kita sangat berharap sekali, karena banyak dusun-dusun lainya memiliki PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat, red) sebagai sarana air bersih dan pembangunan lainnya. Tetapi justru sebaliknya, di dusun kami ini jangankan pembangunan, listrik saja hingga sekarang tidak ada,” ungkapnya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here