Home Headline News 15 Tahun Vakum, Akhirnya Pelabuhan Laut TAA Resmi Dioperasikan

15 Tahun Vakum, Akhirnya Pelabuhan Laut TAA Resmi Dioperasikan

0
OPERASI : Gubernur Sumsel, Herman Deru didampingi Dirjen Hubla Kemenhub RI, R Agus H Purnomo, Ketua DPRD Sumsel, Aliandra Gantada, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, dan Bupati Banyuasin Askolani meresmikan operasional Pelabuhan Laut TAA, Muara Sungsang, Banyuasin II, Banyuasin, Rabu (13/3).

BANYUASIN, PE – Setelah vakum sejak dibangun tahun 2004, Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api (TAA) di Desa Muara Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin akhirnya resmi dioperasikan, Rabu (14/3) Siang. Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) R Agus H Purnomo, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel Aliandra Gantada, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Bupati Banyuasin Askolani, Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia dan Wakil Ketua TP PKK Sumsel Hj Fauziah.

Selain mengurai kepadatan di Pelabuhan Boombaru, keberadaan pelabuhan TAA ini diharapkan Herman Deru menjadi solusi tambahan selain jalan khusus untuk memudahkan angkutan distribusi batubara. Dengan adanya pelabuhan ini pula diharapkan produk komoditas andalan seperti kopi, dan beras makin dikenal sebagai produk asli Sumsel bukan diatasnamakan daerah lain.

“Kebun kopi kita ini terbesar ketiga di dunia. Tapi karena kita nggak ada Pelabuhan untuk mendistribusikannya keluar, maka kita distribusi lewat Pelabuhan daerah lain, sekarang malah daerah itu yang terkenal. Nah dengan pelabuhan ini mudah-mudahan orang akan tahu ada Kopi Sumsel, dan ada beras Sumsel karena memang dikirim dari sini,” jelas Deru.

Menurut mantan Bupati OKU Timur dua periode itu memang butuh keberanian untuk bisa mengoperasikan Pelabuhan yang sudah dibangun sejak 15 tahun silam tersebut.

“Setelah dilantik 1 Oktober 2018 saya sengaja kesini bersama Forkompinda dan pejabat lainnya. Waktu itu saya sudah mantapkan bahwa ini harus beroperasional bagaimanapum caranya karena dana pusat dan daerah sudah banyak tercurah kesini. Modal saya cuma yakin, ini akan bermanfaat untuk masyarakat. Tidak ada langkah besar tanpa dimulai dari langkah yang kecil. Bismillah saja ini saya buka,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya peresmian ini pasti akan memberikan nilai tambah terutama bagi penyerapan tenaga kerja dan aktivitas perekonomian masyarakat setempat. Sementara untuk di dermaganya sendiri tentu akan untuk menampunh kapal-kapal berbobot maksimal 1000 DWT.

“Ini berkah bagi Sumsel karena Dirjen sudah memberi rekomendasi ini dioperasikan. Pasti ini berguna sekali karena saat ini kapal-kapal berbobot tersebut sudah memadati Bombaru. Akibatnya lalu lintas macet dan mengganggu aktivitas warga,” terangnya.

Agar pengembangan pelabuhan ini semakin cepat, Deru mengaku sudah merangkul semua pihak mulai dari Bupati Banyuasin, Wali Kota Palembang, TNI, Kepolisian Danlanal hingga Danlanud untuk bergerak bersama membuat kantor terpadu.

“Makanya saya undang semua. Kita harus bersyukur ini diresmikan. Ke depan jika memang berdasarkan kebutuhan butuh pendalaman kita bisa keruk, atau nanti kalau dermaga perlu diperpanjang akan kita perpanjang. Yang penting ini sudah membuat bangga Sumsel dulu. Selain sawit, kelapa dan beras serta kopi dan lainnya, harapan saya ini juga jadi terminal laut untuk distribusi batubara,” jelasnya lagi.

Baca Juga  Resmikan Jembatan Muratara Satu, Herman Deru Berujar Tak Akan Tinggal Diam untuk Kemajuan Muratara

Peresmian ini lanjutnya hampir dipastikan mencuri perhatian pelaku ekspor impor. Sebab ini menjadi gerbang pelepasan barang. Sehingga dibutuhkan support keamanan dari masyarakat sekitar. “Minat orang sudah banyak ke sini jadi masyarakat juga harus bantu dari segi keamanannya. Apalagi di sebelah ini ada pelabuhan penyeberangan ke Bangka. Nanti kita siapkan juga aksesorisnya,” ujar HD.

Di tempat yang sama, Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub RI, R Agus H Purnomo, menjelaskan semula dia sempat pesimis pelabuhan ini akan diresmikan, namun melihat Gubernur Sumsel Herman Deru sangat bersemangat iapun menjadi ikut terpacu.

Dia menjelaskan, selama 4 tahun terakhir pemerintah memang konsentrasi membangun infrastruktur termasuk pelabuhan. Hal ini bertujuan meningkaykan konektivitas dan membuka keterisolasian untuk memudahkan dan memurahkan logistik.

“Pembangunan ini untuk mempersatukan Indonesia bukan cuma meningkatkan perekonomian,” jelasnya.

Menurut Agus adanya infrastruktur yang baik dapat mendukung proses distribusi barang dan meningkatkan daya saing internasional. Karena itu diperlukan pondasi yang kuat dengan membangun infrastruktur yang rata di Indonesia.

“Izinkan saya mengapresiasi semua pihak yang terlibat terutama Gubernur dan Bupatinya. Pengoperasian ini menjadi sejarah bagi Sumsel,” jelasnya.

Pada peresmian awal ini diakuinya banyak tugas yang menanti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di antaranya penerapan SOP dan melengkapi perkantoran dan pelayanan pelabuhan. Seperti misalnya ada penerangan, manajemen sampah dan lainnya serta penentuan pengelolaan oleh pihak ketiga.

“Saat uji coba pelabuhan ini melayani 10 unit kapal bongkar muat dan curah. Awalnya ini dibangun untuk komunitas batubara tapi sekarang bisa jadi pelabuhan pendukung aktivitas di Boombaru yang meningkat. Harapan kita ini berubah menjadi pelabuhan angkutan barang dan jasa di wilayah Sumsel,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala KSOP TAA, Mugen S Martoto menjelaskan, proses pembangunan Pelabuhan TAA sangat panjang. Dibangun sejak 2004 berlanjut sampai 2007, vakum kemudian dibangun lagi 2015 dan 2017 dengan sumber pendanaan APBN senilai RP 175,1 miliar dan APBD Rp 69,8 Miliar.

“Pelabuhan ini ada di atas lahan 80,5 hektar dan merupakan milik Pemda. Fasilitas yag terbangun di dermaga sebesar 50 x 20 meter,” jelasnya.

Pelabuhan ini menurutnya pelabuhan pengumpul, yang diperuntukan untk kapal 1.000 DWT dengan draft terendah 3.5 meter. Pelabuhan ini menurutnya sudah diuji coba mulai 5 Desember 2018 sampai 28 Februari 2019.

“Selama uji coba sudah 10 unit kapal yang dilayani terdiri dari kapal yang memuat bahan bakar. Setelah uji coba dan dapat izin dengan persyaratan yang diperlukan akhirnya ini dioperasionalkan di bawah kantor KSOP Klas 2 Palembang,” jelasnya.

Namun kata dia secara pelabuhan ini sudah rutin melayani 2 kapal. Bahkan saat ini beberapa pihak sudah mengajukan minat dengan pelabuhan TAA. RIL/BET

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here