Home Headline News Alex : Pindah, Relokasi dan Perbaiki

Alex : Pindah, Relokasi dan Perbaiki

0

PALEMBANG, PE Terkait penyetopan penggalian dan pemasangan pipa gas milik Pertagas dan kabel milik PLN di sepanjang jalan Noerdin Pandji (dulu Jalan Kebun Sayur) oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Senin (2/10) kemarin ditanggapi oleh Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin. Kepada awak media, Gubernur Alex Noerdin menegaskan pihak Pertagas maupun PLN harus segera memindahkan pipa dan kabel serta menimbun kembali galian yang sudah dilakukan sepanjang 1,5 kilometer (KM) dari 5,235 KM panjang Jalan Noerdin Pandji.

“Berdasarkan peraturan, tidak boleh melakukan penggalian langsung di bahu jalan. Sehingga mereka harus pindah, dan relokasi kembali dan kalau ada kerusakan, harus diperbaiki,” tegas Alex usai melantik Bupati Banyuasin definitif, Ir SA Supriono MM di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (3/10). Bahkan, untuk memastikan hal tersebut dilakukan oleh pihak Pertagas dan PLN, Alex telah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk berpatroli di lokasi penggalian tersebut. “Tadi saya kuatkan lagi dengan meminta Pol PP berpatroli di sana, jangan sampai masih ada penggalian,” kata Alex.

Alex mengungkapkan, pihak Pertagas maupun PLN memang telah mendapatkan izin untuk melakukan penggalian hanya saja dalam klausul izin tersebut harus berkoordinasi dengan dinas terkait dalam hal ini DPUBM-TR Sumsel. “Kedua, jalan itu kan timbunan, lunak. Sementara di bawahnya itu ada geo textile atau lapisan plastik untuk menahan air agar air tidak naik. Nah dia gali di situ, dan jalan itu jadi terpotong sehingga akibatnya air bisa naik. Jadi tidak boleh seenaknya begitu,” terang Alex.

Selain itu, Alex juga mengatakan, jika tanah lokasi penggalian tersebut sudah dilakukan pembebasan lahan oleh Pemprov Sumsel. “Itu juga berada di lahan yang sudah dibebaskan oleh Pemprov Sumsel, dia nggak perlu bebaskan lagi kan enak aja dia seperti itu. Kalau sampai merusak jalan itu harus ganti dong,” tegas Alex. Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dalam hal ini Dinas PUBM-TR Provinsi Sumsel akhirnya menyetop pengerjaan penggalian jalur pipa yang dilakukan PT Pertamina Gas dan jalur kabel GIS dan SKTT PT PLN di sepanjang Jalan Noerdin Pandji.

Penyetopan pengerjaan penggalian ini dilakukan setelah baik pihak Pertagas maupun PLN tidak menggubris surat pemberitahuan dan permohonan penyetopan galian yang dilayangkan Kepala Dinas PUBM TR dan tetap melakukan proses penggalian. “Nyatanya kita lihat sendiri mereka masih melakukan penggalian padahal kita sudah empat kali memberikan pemberitahuan dan menyampaikan surat permohonan untuk distop penggalian, namun tidak diindahkan,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Jalan Dinas PUBM TR Sumsel, Ir Muchtar MA usai inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi galian, Senin (2/10).

Menurut pihaknya, penyetopan ini harus dilakukan karena galian pipa Pertagas dan kabel PLN tersebut karena penggalian berada di daerah Rumaja (Ruang Manfaat Jalan) yang akan menghambat proses pelebaran jalan. “Berdasarkan Undang- undang Nomor 34 tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 tahun 2006, bahwasanya yang nama infrastrkutur itu dalam hal ini Dinas PUBM ada yang namanya rumija, rumaja dan ruasja. Namun faktanya galian ini hanya berjarak setengah meter dari bahu jalan atau berada di dalam rumaja yang seharusnya galian dilakukan di jarak 11-25 meter dari as jalan,” terangnya.

Apalagi lanjut Muchtar, proses penggalian dilakukan tanpa adanya koordinasi dengan pihaknya terlebih dahulu. “Sesuai rekomendasi dari Kadis sebelumnya bahwasanya dalam proses penggalian maupun pemasangan pipa dan kabel harus dilakukan koordinasi dengan pihak PUBMTR termasuk dengan pemerintah setempat seperti camat, lurah dan juga masyarakat setempat. Sementara pada kenyataannya, tidak ada koordinasi dengan kita, tahu-tahu sudah menggali,” jelasnya.

Selain itu, penggalian yang sudah berjalan selama hampir 2 minggu ini berada di atas lahan yang sudah dibebaskan oleh Pemprov Sumsel.  “Untuk jalan Noerdin Pandji ini panjangnya 5,235 km yang di dalam jalan tersebut ada tempat-tempat tertentu yang kita anggap rawa dan anak sungai kita pasang geo textile agar jalan ini stabil. Sehingga ini boleh dikatakan menyalahi penyimpangan dalam rencana gambar yang ada ini merusak geo textile di pondasi kedalamannya minimal 1,5 -2 meter. Ini menunjukkan dia mau ambil enaknya aja kerja, kan tidak benar seperti itu,” bebernya.

Untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih lanjut, maka Pihak PUBM TR diperintahkan untuk mereview rekomendasi yang dikeluarkan tersebut. “Yang jelas Pemprov Sumsel tidak akan semena-mena dalam memutuskan, harus berdasarkan Undang-undang. Yang pertama kita lakukan pemanggilan untuk mencari win-win solution,” ucapnya. BET

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here