Home Sumsel Indralaya Jembatan Darurat Undang Bahaya

Jembatan Darurat Undang Bahaya

0

INDRALAYA, PE – Bukannya menimbulkan rasa nyaman justru membuat pengguna jalan was-was untuk melintasinya karena dinilai malah bahaya yang mengintai. Demikian yang dilakukan pemborong yang mengerjakan proyek rehab jembatan penghubung Desa Tanjung Dayang Utara dan Desa Tanjung Dayang Selatan, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang nilainya Rp 2,8 miliar lebih kurang. Pantauan Palembang Ekspres, jembatan darurat yang panjangnya lebih kurang 30 meter dan lebar lebih kurang 1,5 meter ini hanya bertiang kayu racuk, berlantai apa adanya dengan sebagian dipasang flat dan sebagian lagi dipasang besi serta kayu yang sangat jarang-jarang.

Tak pelak ini menjadi keluhan warga setempat. Seperti diungkapkan Bambang. Dia mempertanyakan, apakah layak jembatan darurat ini dibangun sedangkan penggunanya sangat banyak. Terlebih, dia khawatir kondisi jembatan darurat itu akan memakan korban. “Tidak masuk akal, kan nilai proyek mereka itu cukup besar, masak bikin jembatan ala kadar seperti ini, dan sangat-sangat membahayakan pengguna jalan, khususnya anak-anak sekolah,” singgungnya saat dibincangi, Kamis (5/10).

Tak hanya itu imbuh dia, warga Tanjung Dayang Selatan yang rata-rata bertani karet cukup kesulitan untuk membawa keluar hasil buminya untuk dijual. “Kalau seperti ini, bagaimana mau keluar, jangankan roda empat, roda dua saja tidak bisa keluar masuk. Apalagi hasil bumi seperti karet ini harus dibawa dengan truk,” tuturnya. Dengan begini kata Bambang terpaksa sebagian petani tidak menjual hasil buminya untuk sementara waktu, dan sebagian diangkut dengan perahu untuk menyeberangkannya.

“Ini mengeluarkan biaya lagi. Harga karet sudah jatuh ditambah ongkos yang besar. Intinya petani karet di Tanjung Dayang Selatan saat ini sedang menjerit sekencang-kencangnya,” imbuh Bambang. Kenyataan pahit ini juga diakui salah seorang petani karet, Ridho. Dia meminta pihak pengembang agar membangun jembatan darurat yang cukup layak. “Kami petani di sini sedang gelisah, tolong sampaikan dengan pihak yang lebih berwenang,” ungkapnya seraya mengaku dalam sebulan 2 kali nimbang getah karet dengan sekali timbang satu ton.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Tanjung Dayang Selatan, Hadian Burdani mengakui bahwa jembatan darurat yang dibangun tersebut disoal warganya. “Warga minta bangunkan, jembatan darurat yang cukup layaklah, biar hasil bumi warga bisa dijual,” sebutnya lugas. Sementara pihak terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir (OI) hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. Kepala Dinas PUPR Kabupaten OI, H Muhsin Abdullah saat ditemui di kantornya tidak menerima tamu, dihubungi ponselnya tak kunjung diangkat, pesan singkat atau short message service (SMS) dan chat WhatsApp (WA) tak kunjung dibalas. Begitu juga Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten OI, Ruslan, setali tiga uang, sulit ditemui untuk dimintai konfirmasi. VIV

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here