Home Headline News Jokowi Butuh Pemimpin Reformis Inovatif

Jokowi Butuh Pemimpin Reformis Inovatif

0

Gubernur Alex Noerdin hadiri RKP di Istana Negara

JAKARTA, PE – Di hadapan 576 kepala daerah baik Gubernur, Bupati, dan Walikota dari seluruh wilayah Indonesia yang menghadiri Rapat Kerja Pemerintah (RKP) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/10). Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia di masa depan membutuhkan pemimpin yang reformis senang dengan inovasi dan mempercepat pelayanan pada masyarakat.

“Akan keluar Perpres untuk membangun sistem e-procurement, e-planning, e-budget sehingga mengurangi korupsi,” jelas Jokowi.

Dia juga mengingatkan agar jangan ada yang bermain dengan anggaran, agar sistem lebih baik ke depan. Dia menyarankan bagi kepala daerah yang ingin membangun infrastruktur dapat meminjam ke PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) dengan sistem dicicil melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Mengenai pertanian, Jokowi meminta agar ada pola atau desain baru, misalnya cepat bergerak pasca panen. Selanjutnya dia meminta perhatian pada beberapa bidang seperti pembenahan SMK, kemudian pembangunan SDM agar vokasional yang dilihat dari kebutuhan masing-masing daerah. “Jangan ada dana diparkir tapi digunakan agar bergulir di masyarakat,” singgung mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo itu.

Dalam arahannya, Jokowi juga meminta adanya prinsip dalam penyelenggaraan pemerintahan yakni menetapkan kebijakan, pembinaan dan pengawasan serta tanggung jawab akhir.

Jokowi minta pengelolaan APBD tidak dengan pola lama. Pengelolaan keuangan seharusnya ada di kepala daerah bukan yang lain. Selain itu, untuk meningkatkan daya beli, Presiden minta diperbanyak program padat karya yang membuka lapangan pekerjaan. “Saya contohkan perbaikan irigasi, jalan di desa agar adanya dana bagi masyarakat agar bekerja atau cash for work,” katanya.

Kemudian, Presiden Jokowi juga meminta Kepala Daerah concern pada pertumbuhan ekonomi. Dia mencontohkan Banggai tumbuh 37,12%, Blora 23,53%, Bojonegoro 21,95%. Dia juga mengingatkan agar Kepala Daerah memperhatikan inflasi. Presiden sampaikan contoh yakni Tual 9,6, Watampone (Bone) 5,37.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga menyampaikan inflasi Indonesia secara umum sejak tahun 2014 hingga sekarang juga terus turun. Presiden sampaikan komoditas ekspor Indonesia mulai diterima di negara lain. Contoh komoditas kelapa, kopi, kakao, dan lainnya.

Tak lupa hal penting yakni investasi juga disampaikan. Presiden meminta diberikan peluang untuk manufaktur dan industri. Serta mendorong investasi padat karya. Di akhir arahan awal, Presiden sampaikan agar setiap masalah dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Sebelum mendengar arahan Presiden, para Kepala Daerah menyimak paparan singkat dari 3 Menteri Koordinator masing-masing yakni Menteri Koordinator Bidang Polhukam, Menteri Koordinator Perekonomian, dan Menteri Koordinator Bidang PMK. HMS

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here