Home Kriminal Mayat Putri di Bawah Eceng Gondok

Mayat Putri di Bawah Eceng Gondok

0

PALEMBANG, PE – Tiga hari tenggelam di perairan Sungai Musi tepatnya di bawah Jembatan Stasiun Kertapati, petugas gabungan dari Basarnas Kota Palembang dan Polisi Air Polda Sumsel bersama nelayan berhasil menemukan mayat Putri Kirina (9) di bawah eceng gondok Sungai Lais Kecamatan Kalidoni Palembang, Ahad (22/10) sekitar pukul  11.30 WIB.

Dia tenggelam saat berenang bersama temannya Azizah (8), di jalan Porka UJUNG LORONG KALI BARU Kelurahan Ogan baru Kecamatan Kertapati Palembang, Jumat (20/10) sore. Usai ditemukan jenazah langsung diberikan kepada keluarga dengan dibantu warga untuk dibawa ke Masjid Jamil Khoirot kelurahan Ogan Kecamatan Kertapati Palembang.

Melihat anaknya ditemukan kondisi sudah tidak bernyawa membuat Rusdiana ibu korban tak dapat menahan tangisnya. Terlebih tim Basarnas membuka kantong jenazah yang berisi mayat Putri langsung jatuh pingsan. Humas Basarnas Kota Palembang Sukamto menerangkan, pihaknya langsung melakukan pencarian setelah mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya warga yang tenggelam. Pihaknya pun mulai menelusuri Tempat Kejadian Perkara (TKP), Ampera dan Pulau Kemaro.

“Pada hari ketiga kami mendapatkan informasi dari Polair Polda Sumsel dan nelayan sekitar kalau mereka melihat ada mayat di kawasan Sungai Lais. Ternyata mayat yang kami cari adalah  mayat korban, dimana posisi mayat berada di dekat eceng gondok dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh pihak keluarga korban,” terangnya, kemarin.

Sementara, Azizah (8) teman korban yang selamat mengatakan, sebelum kejadian mereka berenang di lokasi kejadian dan sebelum tenggelam ia sempat menarik tangan korban namun karena merasa licin akhirnya Putri tenggelam di dalam air. “Waktu itu airnya deras tapi waktu saya timbul sendiri sedangkan Putri tenggelam. Lalu saya diselamatkan oleh mang Matsus, yang kebetulan sedang mancing,”ujarnya.

Lanjut warga lorong Gubah Kertapati ini, saat itu keduanya memang sengaja berenang, namun Azizah tak menyangka hal itu menjadi hari perpisahan bagi dirinya dan korban. “Kami ini teman sekelas, saat itu kami cuma berenang berdua saja. Putri itu kadang-kadang main ke rumah,”jelasnya.

Sementara itu, Matsus (50) saksi sekaligus warga sekitar yang menolong korban menceritakan, kalau saat itu dirinya sedang memancing tidak jauh dari lokasi kemudian melihat anak kecil sedang berenang dengan muka pucat didekat rakit dan Azizah bilang kalau ada temannya yang tenggelam. “Saya bersama warga langsung turun ke dalam air untuk mencari keberadaan korban tapi karena air sangat deras waktu itu jadi tidak ketemu,”ungkapnya. JAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here