Home Headline News Pintu Pabrik Petasan yang Meledak Itu Ternyata Terkunci Rapat

Pintu Pabrik Petasan yang Meledak Itu Ternyata Terkunci Rapat

0

TANGGERANG,PE- Keluarga korban dari ledakan pabrik sekaligus gudang petasan di Kosambi, Tangerang, mulai berdatangan ke RS Polri. Salah satunya adalah Iwan (35).

Kedatangannya untuk melaporkan lantaran dua bibinya yakni Sani (35) dan Zuhro (37) yang bekerja di pabrik itu belum juga pulang. Sehingga, dia melaporkan ke posko dengan membawa berkas-berkas bukti seperti, kartu keluarga (KK) korban.

“Katanya, Bibi waktu itu masih di dalam,” ujar Iwan saat ditemui di RS Polri, Jakarta, Kamis(26/10).

Menurut Iwan, dua bibinya itu baru bekerja selama satu bulan di pabrik yang bernama PT Panca Buana Cahaya Sukses itu.

Iwan juga mengatakan, kronologi ledakan di pabrik petasan itu. Saat kejadian terdengar ada satu ledakan sangat besar seperti bom.

Kemudian disusul dengan ledakan kecil-kecil lainya.‎ Bahkan lantaran banyaknya ledakan kecil itu, dirinya sampai lupa.

“Bunyi ledakannya seperti bom, Terus keluar asap hitam yang mungkin tingginya 10 meter,” kata Iwan.

Saat itu, dia mengaku pabrik terlihat langsung terbakar. Para warga di sekitar pabrik yang ingin menolong karyawan pabrik itu pun kesulitan untuk masuk ke dalam. Lantaran pintu utama pabrik tertutup rapat.

Namun demikian kata dia, walaupun warga tidak bisa memberikan pertolongan. Tapi beberapa para pekerja akhirnya bisa menyelamatkan diri bisa karena berhasil membobol tembok. “Tapi Cuma berapa orang ‎yang selamat,” ungkapnya.

Saat kejadian, petugas pemadam kebakaran juga telat datang. Namun warga setempat sempat berlarian sambil membawa ember untuk memadamkan api yang besar itu.

“Jadi kebarakan jam 09.00 WIB. Jam 11.00 WIB baru datang, hanya ada pemadam dari kelurahan saja. Itu juga nungguin pemadam yang gede,” ungkap Iwan kebetulan bekerja di dekat pabrik nahas tersebut.

Setelah beberapa jam kejadian, para warga juga dilarang untuk menyelamatkan para korban. Lantaran dilarang oleh polisi.

Kata dia, polisi takut karena api masih besar sehingga apabila warga membobol tembok akan timbul masalah baru. “Pada panik, pada nyari keluarga, cuma sama polisi enggak dikasih masuk. Jadi disuruh nunggu di luar,” tuturnya.

Pabrik itu juga diungkapkan Iwan berdiri belum lama. Masih baru bahkan belum satu tahun berdiri di kawasan Kosambi, Tangerang. “Masih hitungan bulan lah,” ‎pungkasnya.

(cr2/JPC)

Sumber: https://www.jawapos.com/read/2017/10/26/164952/pintu-pabrik-petasan-yang-meledak-itu-ternyata-terkunci-rapat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here