Home Headline News Proyek Siluman ‘Gentayangan’ di OI

Proyek Siluman ‘Gentayangan’ di OI

0

INDRALAYA, PE – Sejumlah paket proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 Kabupaten Ogan Ilir (OI) menjadi sorotan publik. Pasalnya pekerjaan bangunan fisik tersebut banyak proyek siluman alias tanpa disertai pemasangan plang papan nama proyek. Beberapa proyek yang menjadi sorotan di antaranya pemeliharaan periodik jalan ruas Sawit Tanjung Seteko, pembangunan jalan Suak Batok-Batas Kotamadya dan peningkatan jalan ruas Sp Palemraya-Seribanding juga paket proyek-proyek lainnya yang mengindahkan peraturan yang berlaku.

“Sesuai aturan, seharusnya saat mulai dikerjakan harus dipasang plang papan nama proyek. Agar masyarakat mengetahui jumlah anggaran dan ikut mengawasi,” jelas Albert, tokoh masyarakat OI asal Muara Penimbung, Indralaya saat dijumpai, Rabu (4/10). Kewajiban memasang plang papan nama tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres 70/2012. Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek.

Papan nama tersebut di antaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek. Namun dengan tidak terpasangnya plang papan nama pada sejumlah proyek tersebut bukan hanya bertentangan dengan Perpres. Tetapi juga tidak sesusai dengan semangat transparansi yang dituangkan pemerintah dalam Undang-Undang (UU) 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Dia berharap kepada pihak yang berkompeten agar dapat menindaklanjuti dan dapat menyikapi permasalahan ini. Sementara berdasarkan pantauan Palembang Ekspres, di beberapa wilayah kabupaten OI sedang melaksanakan berbagai pembangunan baik Infrastruktur jalan, Normalisasi Sungai, Rehab Sekolah dan pembangunan lainnya dengan sumber dana  APBN dan APBD. Sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku, setiap paket proyek harus dipasang plang papan proyek untuk keterbukaan informasi publik, sehingga masyarakat dapat turut mengawasi pembangunan yang sedang dikerjakan.

Selain pekerjaan paket proyek yang bersumber dari dana APBD juga bersumber dari dana DAK APBN seperti paket proyek yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan OI, di mana pada Dinas ini dilaksanakan kegiatan rehab sekolah baik Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan cara swakelola yang menyertakan plang papan proyek pada setiap kegiatan. Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten OI, H Muhsin Abdullah saat ditemui di kantornya tidak menerima tamu, dihubungi ponselnya tak kunjung diangkat, pesan singkat atau short message service (SMS) dan chat WhatsApp (WA) tak kunjung dibalas.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten OI, Ir Yulius mengaku sudah mengintruksikan seluruh pemborong untuk memasang plang proyek. “Itu tanggung jawab pihak pemborong. Lagipula proyek di Dinas kita baru mau jalan, dan kita sudah wanti-wanti agar pemborong di Dinas kita untuk memasang plang proyek,” katanya.

Pihaknya kata dia, akan memberikan sanksi tegas dengan pihak pemborong yang tidak memasang plang proyek, dengan menunda pembayaran. “Itu sanksi yang kita berikan dan bisa saja tidak kita bayar,” tukasnya. VIV

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here