Home Warta Kodam Minum Air Dari Tanaman Hingga Makan Ular

Minum Air Dari Tanaman Hingga Makan Ular

0

PEMBINAAN mental selama mengikuti masa pendidikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) selalu saja menarik untuk diikuti. Dalam momen peringatan Hari Pahlawan 10 November kemarin, wartawan Palembang Ekspres berhasil mendapatkan cerita menarik dari Komandan Kodim (Dandim) 0418/Palembang Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri (Inf) Romas Herlandes saat mengawali perjalanan karirnya di bidang militer.

Perwira Melati Dua ini mengawali militer sejak tahun 1995, namun baru dinyatakan lulus akademi tiga tahun kemudian, 1998. Di dalam keluarga, suami Ramos Herlandes ini tidak ada yang masuk ke bidang militer. Ayahnya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemprov Lampung sementara keluarga lain memiliki basis Ilmu Ekonomi dan Hukum.

“Sebetulnya dari kecil saya ingin jadi Kapiten, walau saya tidak tahu apa itu Kapiten. Namun saat duduk di bangku SMA, saya aktif di sejumlah organisasi terutama Pramuka. Dari sana rasa Cinta Tanah Air tumbuh dan setelah selesai kuliah saya mendaftar ke TNI AD, Alhamdulillah lulus,” kata dia.

Usai menjadi bagian dari TNI AD, menantu Bupati Serang (2005-2015) Letkol Inf. (Purn.) Drs. H.A. Taufik Nuriman, MM, MBA, tidak langsung puas. Letkol Romas mendaftar ke Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan diterima.

Dandim Romas pun harus mengikuti Pendidikan Komando selama 7 bulan, mulai dari Tahap Hutan Gunung di Situlembang dan Laut Sungai Pantai. Dari sinilah, mental prajurit benar-benar dilatih. Selama mengikuti tahapan pendidikan, prajurit dilatih bertahan hidup dengan memanfaatkan alam sebagai sumber kehidupan. Bahkan, tidak sedikit prajurit tidak mampu mengikuti latihan tersebut sehingga dikembalikan ke kesatuan.

“Kita dilepas selama mengikuti pendidikan komando, otomatis yang dimakan dan minum di ambil dari alam. Biasanya kalau minum dari tanaman, sedangkan makan juga ditemui di alam, termasuk makan ular. Memang sebelum mengikuti tahapan hutan gunung, kita dibekali materi oleh pelatih, apa saja makanan dan minuman yang boleh saat di hutan,” terang mantan Kabag Bindok Sdirbindok Pussenif Kodiklat TNI AD.

Penugasan Letkol Romas di kesatuan Baret Merah ini pun tergolong lama selama 12 tahun mulai 1998 hingga 2010. Selama itu, Letkol Romas juga menduduki sejumlah jabatan strategis di Pendidikan Pusat Infanteri dan Lembaga Pendidikan SESKOAD.

“Perjuangan masih sangat panjang, kita harus merasakan beberapa tempat baik itu militer maupun teritorial. Namun yang terpenting itu perkaya pengalaman, pengetahuan dan masukan. Kita harus merasakan fase itu semuanya,” ujarnya. RIS

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here