Home Sumsel Musirawas Pencairan DD Satan Indah Tertunda

Pencairan DD Satan Indah Tertunda

0

MUSIRAWAS,PE- Kabupaten Musi Rawas (Mura) masih menyisakan satu desa lagi yang pencairan dana desa (DD) tahap kedua terpaksa harus ditunda yakni Desa Satan Indah. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mura, Zulkipli Idris melalui Kabid Pembendaharaan Supardi mengungkapkan, penundaan pencairan DD untuk Desa Satan Indah dikarenakan desa tersebut masih belum melengkapi beberapa berkas seperti rekening desa, NPWP desa dan SK bendahara.

Dikatakan Supardi, Kementerian Keuangan telah mentransfer dana desa sejak 30 Oktober lalu. Hanya saja, dari 168 desa belum ada yang melengkapi persyaratan, sehingga pencairan DD baru bisa dilakukan sekarang setelah seluruh desa melengkapi persyaratan.

“Kita berikan tenggat waktu untuk melengkapi, dan Alhamdulillah seluruh desa sudah melengkapi berkasnya dan segera dicairkan. Kecuali satu desa yang terpaksa harus ditunda pencairannya, yakni Desa Satan Indah,”jelasnya. Untuk tahap kedua ini, besaran DD yang dicairkan untuk masing-masing desa sama yakni Rp300 juta. “Untuk teknis, sudah mulai hari ini (kemarin/red) masing-masing desa sudah bisa mengambil uangnya ke Bank dengan bukti SP2Dnya telah kita berikan ke kepala desa (kades),”bebernya.

Sementara itu, terkait Alokasi Dana Desa (ADD) Triwulan III dan IV sampai saat ini masih menunggu penyelesaian verifikasi berkas APBDes-P untuk menerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (AP2D). Untuk itu pihaknya mengimbau kepada seluruh Kades untuk segera melengkapi berkas pengajuan APBDes-P. “Informasinya, untuk ADD tidak akan lama lagi. Karena terhitung hingga hari ini (kemarin,red) sebanyak 84 berkas sudah selesai diverifikasi dan diserahkan ke BPKAD. Artinya, segera kita tindaklanjuti membuatkan SP2Dnya,”ulasnya.

Terpisah, Kepala DPMD Mura, Mefta Jhoni melalui Kasi Fasilitas Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Desa mengklaim, bahwa untuk kesemua realisasi DD dan ADD tidak ada terjadi keterlambatan. Sebab, sebelum akhir tahun, masing-masing desa masih berkesempatan untuk melengkapi berkas APBDes-P.

“Memang untuk DD semua bisa dipastikan telah bisa dicairkan. Walaupun ada satu desa katanya bermasalah harus ditunda, kita pastikan hingga sampai sekarang tidak ada kata terlambat. Begitu juga terkait ADD, kita pastikan untuk realisasinya itu ADD triwulan III dan kesemua masih berproses dan masih menunggu penyerahan berkas APBDes-P sudah diverifikasi kecamatan, kemudian ketika sudah lengkap kita serahkan ke BPKAD proses pencairan baru bisa dilasungkan,”bebernya.

Jika masih terjadi keterlambatan, pihaknya mengimbau kepada seluruh desa untuk secepatnya mengurus seluruh persyaratan pencairan untuk mengantisipasi terjadinya SILPA. “Jadi kalau melihat sampai batas akhir, masih ada juga desa terlambat akan terjadi SILPA. Nah, aturanya jika SILPA maka uang harus tetap berada di rekening desa tanpa dikembalikan ke kas daerah.  Bisa dipakai, asalkan kesemuanya kembali dianggarkan,”tukasnya.HAR‎

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here