Home Sumsel Pagaralam Tembok Penahan Rumah Ambruk Diterjang Longsor

Tembok Penahan Rumah Ambruk Diterjang Longsor

0

PAGARALAM, PE – Tembok penahan rumah warga di RT 9 RW 3 Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam Utara ambruk diterjang longsor akibat hujan yang mengguyur Kota Pagaralam beberapa minggu terakhir.

Ketua RT 9 RW 3, Suparto mengatakan, hujan deras membuat tembok penahan rumah Daryono roboh. “Longsor tersebut seluas 22 meter dengan ketinggian 6 meter, longsor terjadi pada malam hari saat warga sedang tertidur lelap, tiba-tiba saja tanah bergeser dan merobohkan tembok penahan,” bebernya Jumat (24/11).

Dia mengatakan, memang tekstur tanah di daerahnya rawan longsor, karena berada di kaki gunung. “Kami berharap pemerintah segera membangun tembok penahan yang kokoh, karena di bawah areal longsor terdapat 3 rumah warga lainnya yang nyaris tertimbun,” harapnya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam, Herawadi, S.Sos mengatakan, saat ini pihaknya bersama warga sekitar telah bergotong royong mengantisipasi longsor susulan. “Kami dari BPBD dibantu warga sekitar telah memasang penahan semwntara dari bambu, pada longsor ini tidak ada korban jiwa,” katanya.

Herawadi mengimbau, agar masyarakat berhati hati dan waspada karena saat ini cuaca sedang tidak bersahabat dan cenderung ekstrem. Tingginya curah hujan di Pagaralam dan sekitarnya beberapa hari terakhir ini harus diwaspadai.

“Sebagaimana yang sering terjadi setiap kali musim penghujan berbagai bencana alam sering melanda kota kita ini, untuk itu kita harus bersiap untuk mengantisipasinya. Apalagi
Pagaralam ini terletak di daerah dataran tinggi dan sering terkena bencana alam seperti tanah longsor atau banjir bandang, untuk itu saya mengimbau kepada segenap lapisan masyarakat dengan senantiasa waspada,” terangnya.

Menurutnya, ada sejumlah daerah yang memiliki hutan kritis dan alur daerah aliran sungai (DAS) yang kondisinya memang sudah mengalami kerusakan cukup parah akibat penggundulan. “Memang ada beberapa titik jalan di seputaran kaki Gunung Dempo sering terjadi ambles dan longsor termasuk di areal pemukiman warga,” kata dia.

Sebagian besar, kata dia, perumahan berada di bawah jalan dan di atas tebing dengan ketinggian antara 10 hingga 15 meter. “Pemukiman yang cukup rawan bencana alam bahkan kalau terjadi longsor seperti di pemukiman kaki Gunung Dempo, selain kontur tanah gembur dan berada di aliran sungai-sungai kecil,” tukasnya. KOE

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here