Home Sepakbola Dahsyatnya Kekuatan Laskar Wong Kito

Dahsyatnya Kekuatan Laskar Wong Kito

0

PALEMBANG – Nafsu besar untuk menambah koleksi trofi musim depan membuat Sriwijaya FC agresif dalam berburu pemain. Semua pemain top di masing-masing posisi direkrut. Apakah itu pemain asing atau lokal. Bahkan, mereka antusias mengumpulkan enam pemain asing dalam satu tim.
Keenam pemain itu Alberto Goncalves, Yu Hyun Koo, Esteban Vizcarra, Konate Makan, Mahamadou N’Diaye, dan Manucheckhr Dzhalilov.
Padahal, regulasi Liga 1 jika mengacu pada musim lalu, setiap tim hanya diberikan kelonggaran mengontrak empat pemain dengan rincian 1 pemain asia, dua non-Asia, dan satu marquee player.
Tapi nasi sudah jadi bubur, keenam pemain asing itu sudah terikat dengan kontrak dan kesepakatan gabung tim. Mereka tinggal tunggu waktu untuk pakai jersey Sriwijaya FC.
Selalu ada cara untuk mengakali regulasi. Manajemen Sriwijaya FC telah siapkan program naturalisasi untuk Alberto Goncalves alias Beto dan Esteban. Dengan begitu, kuota pemain asing Sriwijaya FC tetap empat.
Bahkan, proses naturalisasi mereka tinggal selangkah lagi sehingga diharapkan saat kickoff Liga 1 2018 pada pekan keempat Februari, mereka sudah Warga Negara Indonesia dan statusnya pun pemain lokal.
“Proses naturalisasi mereka belum selesai karena harus menunggu yang bersangkutan hadir sementara yang bersangkutan masih di luar negeri. Jadi prosesnya masih nunggu mereka kembali,” jelas Manajer Sriwijaya FC Ucok Hidayat.
Jika skenario ini mulus, maka musim depan setengah kekuatan Sriwijaya FC adalah pemain asing plus pemain lokal berlabel timnas.
Jika dibayangkan, kekuatan tim berjuluk Laskar Wong Kito dahsyat. Kedahsyatannya mengingatkan pecinta Sriwijaya FC melongok kepada kejadian musim lalu.
Ya, agresivitas Sriwijaya FC ini mengingatkan kepada Persib Bandung, Madura United, Arema FC, juga Barito Putera dan Borneo FC. Mereka adalah tim dengan komposisi pemain lokal top dibalut pemain asing yang oke.
Tapi bicara prestasi, mereka tak mampu kalahkan dominasi Bhayangkara FC yang dihuni tenaga muda eks pemain Timnas U-19 yang juara Piala AFF pada 2013 silam.
“Apa yang terjadi di musim 2017 menjadi pelajaran buat kami semua. Kami tentu ambil hikmahnya kenapa mereka bisa begitu. Yang pasti, itu akan menjadi penyemangat kami untuk memberikan yang terbaik bagi pecinta Sriwijaya FC musim depan,” ungkap Sekretaris Tim Sriwijaya FC Ahmad Haris.
Haris menjelaskan, apa yang dilakukan Sriwijaya FC dalam membangun tim ini tidak boleh membuat jemawa siapapun. Ini karena kompetisi belum dimulai. Artinya, kekuatan yang dibangun belum sepenuhnya teruji.
“Kami serius untuk juara musim depan tapi kami sadar jika kami gagal pasti kami akan semakin di-bully. Karena itu, kami harus tetap down to earth dan tidak boleh sombong,” jelasnya.
Sekedar informasi, Sriwijaya FC sudah lama tidak angkat trofi juara. Terakhir mereka juara di Indonesia Super League 2011/2012. Artinya lima tahun sudah tim kebanggaan Wong Kito tidak juara di kejuaraan level nasional.
Padahal, pada 2007 mereka pernah berjaya dengan menyabet gelar double winners setelah sukses juarai Divisi Utama 2007 dan Piala Indonesia 2008. Kejayaan berlanjut sampai 2010 dengan cetak hattrick juara Piala Indonesia (2008, 2009, 2010). KMD/ON/JPNN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here