Home Headline News Menang Besar, Jangan Jumawa

Menang Besar, Jangan Jumawa

0

Sriwijaya FC (3) vs (0) PSM Makassar

PALEMBANG, PE – Meskipun berhasil menang besar dengan skor telak 3-0 atas PSM Makassar dalam lanjutan penyisihan Piala Presiden 2018 yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), Ahad petang (21/1). Namun skuad Laskar Wong Kito jangan jumawa dulu.

Pasalnya pada laga kemarin, tim Juku Eja hanya menurunkan pemain lapis dua atau penggawa muda mereka untuk menambah jam terbang. Karena tim senior mereka tengah berlaga di ajang pra musim lain yang berlangsung di kota Makassar. Apalagi di laga terakhir Sriwijaya FC akan berjumpa tim sesama pulau Sumatera yakni PSMS Medan yang juga berpeluang lolos dari fase grup.

Usai laga Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan mengucapkan terimakasih kepada anak asuhnya yang tampil dengan penuh semangat sehingga berhasil mencetak gol pertama. Namun, usai gol pertama yang dicetak Adam Alis, pemain terlihat tampil terburu-buru untuk menambah gol sehingga banyak peluang yang bisa mestinya bisa dikonversi menjadi gol malah justru gagal.

Sehingga pada interval babak kedua ia mengubah formasi agar saat memasuki sepertiga pertahanan lawan tidak mudah kehilangan bola. Terlebih, PSM sangat bermain terbuka khususnya di lini tengah yang membuat pemainnya harus ekstra saat mengontrol bola.

“Tentunya kita sangat senang dengan kemenangan ini karena peluang kita lolos fase grup masih ada. Tapi sebelum melawan PSMS di laga terakhir kita akan melakukan pembenahan di semua lini. Baik, itu finishing touch maupun lini pertahanan dan transisi permainan khususnya ketenangan dalam mengontrol bola saat menyerang,” jelasnya.

RD mengakui memang pihaknya melakukan rotasi di laga ini, setelah mencetak gol cepat tadi sebenarnya tim terus melakukan tekanan. “Namun memang para pemain terkesan justru menjadi terburu-buru dan tidak sabar dalam membangun serangan atau menyelesaikan peluang. Mereka seperti bernafsu untuk mencetak banyak gol guna menjaga peluang lolos,” ungkap RD usai pertandingan.

Akibat hal itu, pelatih asal Lampung menyebut anak asuhnya banyak membuat kesalahan sendiri di babak pertama. “Seharusnya mereka bisa lebih mengontrol permainan, tetapi malah sering kehilangan bola di daerah sendiri,” ujar pelatih yang musim lalu melatih di Liga Malaysia ini.

RD pun memuji tim lawan yang dianggapnya mampu menunjukkan permainan compact defend hampir sepanjang pertandingan. “Di babak kedua kami mencoba memperbaikinya dan melakukan sejumlah perbaikan, saya senang ada respon yang positif dari pemain sehingga di ujung pertandingan mampu menambah gol,” bebernya.

Terkait performa Manucechr Dzalilov yang terlihat belum maksimal, RD menganggap bahwa pemain terbaik AFC Cup 2017 tersebut memang masih perlu waktu guna beradaptasi dengan tim. “Setelah pulang dari Kuala Lumpur guna mengurus Visa, saya melihat memang ada penurunan permainan dari Dzalilov. Hari ini (kemarin, Red) pun dia bermain di bawah kemampuan terbaiknya, saya bisa katakan itu karena saat pertama datang ke Palembang dia bisa memperlihatkan skillnya, memang tidak mudah untuknya karena baru pertama kali datang ke Indonesia dan Asia Tenggara,” tambahnya.

RD pun berkeyakinan Dzalilov akan segera beradaptasi dengan kultur sepakbola di tanah air dan menunjukkan kapasitasnya. “Ini proses yang wajar, karena itu kami aja terus memberinya kesempatan agar segera kembali ke performa sebenarnya,” harapnya.

Di sisi lain, pelatih PSM Makassar, Imran Amrullah mengatakan, melawan Sriwijaya mereka hanya menurunkan pemain lapis kedua karena tim pertama malam ini main di Super Cup Makassar. Namun, pada babak pertama anak asuhnya sudah tampil maksimal menghadapi materi pemain lawan yang full team.

“Tapi pada babak kedua kita kedodoran karena faktor stamina.Kekalahan ini faktor fisik dan mental pemain mudah kita yang masih kurang siap, ada beberapa pemain muda mental kurang siap.Tapi yang jelas ini sebagai pengalaman dan jam terbang bagi pemain muda,” ujarnya.

Sejak kick off awal pertandingan,pertahanan Sriwijaya FC sempat dibayang-bayangi para pemain PSM Makassar. Namun, justru anak-anak asuh Rahmad Darmawan-lah yang berhasil unggul di awal pertandingan ini.

Adam Alis yang berdiri bebas di wilayah lawan, berhasil memanfaatkan umpan yang disodorkan Manu Dzalilov dan mencetak gol bagi SFC saat pertandingan baru berjalan tujuh menit 10 untuk Sriwijaya.

SFC juga nyaris menggandakan keunggulan di menit 11. Sayangnya, Makan Konate gagal memanfaatkan umpan Adam Alis, dan tendangannya masih melebar dari gawang PSM yang dijaga ketat Syaiful. Empat menit kemudian, mesin pasukan muda PSM Makassar seakan baru panas dan mereka berhasil mengancam pertahanan SFC.

Beruntung bagi Laskar Wong Kito, mereka berhasil menghalau bola menjauh dari gawang Teja Paku Alam. Beberapa saat sebelum water break di menit 30, Makan Konate kembali  nyaris menambah keunggulan SFC. Sayangnya, lagi-lagi, gelandang asal Mali berusia 26 tahun itu gagal menambah skor SFC. Kedudukan pun tetap 1-0 untuk keunggulan Laskar Wong Kito hingga water break, bahkan hingga laga di babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, tepatnya di menit 56, SFC mendapat peluang tendangan bebas. Namun, aksi yang dilakukan Adam Alis dan kawan-kawan bisa ditepis kiper PSM, hingga SFC urung menggandakan skor mereka. Tim aaal Palembang nyaris kebobolan saat pemain muda PSM lakukan serangan balik, dan Aji Kuniawan lancarkan tendangan kencangnya ke arah gawang Teja Paku Alam.

Beruntung bagi SFC, tendangan Aji masih melebar dan gawang SFC tetap bersih hingga menit 67. Setelah beberapa kali berusaha lakukan perlawanan, PSM malah makin tertinggal dari Sriwijaya FC. Tim kuning kuning mendapat peluang untuk menambah koleksi golnya di laga ini tiga menit sebelum pertandingan usai.

Setelah Dzalilov dijegal pemain PSM di wilayah terlarang dan membuahkan hadiah penalti bagi SFC. Eksekusi dari titik putih yang dilakukan Makan Konate benar-benar menghancurkan harapan PSM untuk mengejar ketertinggalannya. SFC berhasil menambah kedudukan 2-0 di menit 89.

Pada, injury time, tepatnya 90+4, giliran Manu Dzalilov yang menyumbangkan gol untuk SFC. Lewat tendangan first time-nya, aksi Dzalilov tak bisa dibendung para pemain PSM. Hasil ini membuat Sriwijaya FC menutup pertandingan kedua Grup A ini dengan skor telak tiga gol tanpa balas PSM Makassar. JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here