Home Sumsel Baturaja UMK 2018 OKU Sama dengan UMP

UMK 2018 OKU Sama dengan UMP

0

BATURAJA. PE -Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengklaim sebagian besar perusahaan swasta terutama berskala menengah bahkan besar (BUMN) di OKU, sudah menerapkan standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2018 yakni Rp2.595.995. UMK tersebut, didasarkan dari Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan 2018.

“Hanya saja untuk perusahaan kecil seperti karyawan toko, atau perusahan milik perorangan, masih belum menerapkan UMK/UMP. Namun kami tidak bisa memberikan sanksi, karena pada prinsipnya pihak pemberi kerja dan pekerja yang bersangkutan saling menerima sehingga tidak ada paksaan atau keberatan satu dan lainnya,” terang Kabid Hubungan Industrial (HI) Disnaker OKU, Ivan Saputra, saat dibincangi di ruangan kerjanya, kemarin (17/1).

Diterangkannya, sesuai dengan ketentuan UMK/UMP, memang seharusnya pihak pemberi kerja telah menerapkan besaran atau batasan minimal upah atau gaji pekerjanya sebesar nominal UMK/UMP Sumsel tersebut. “Tapi karena sifatnya suka sama suka, bahkan dijelaskan dalam surat perjanjian kerja antara kedua belah pihak. Ya, saya kira tidak bisa kita salahkan pihak perusahaan pemberi kerja,” sambung Ivan lagi.

Soal penetapan UMK Kabupaten OKU 2018, menurut dia, penetapan UMK Kabupaten OKU masih didasarkan atas ketetapan UMP Sumsel. Dimana pada tahun 2018 ini besaran UMK/UMP Kabupaten OKU ditetapkan sebesar Rp2.595.995. Nilai tersebut merupakan besaran upah minimum dari UMP Sumsel 2018.

“Kita kabupaten OKU belum bisa mengajukan UMK sendiri. Karena kita belum ada atau belum memiliki dewan pengupahan. Dewan pengupahan ini sendiri dibentuk dari tiga unsur yakni unsur pemerintahan, asosiasi pengusaha dan serikat pekerja. Nah kita belum memiliki asosiasi pengusaha di OKU, jadi kita belum bisa menetapkan UMK sendiri. Untuk saat ini, nilai UMK masih kita pakai dari UMP Sumsel yang ditetapkan Gubernur Sumsel selanjutnya ditetapkan kembali dengan SK  bupati OKU,” paparnya.

Ditambahkannya, jika melihat dari angka atau nominal besaran batas minimum upah pekerja, pada tahun 2018 ini, UMK/UMP Kabupaten OKU mengalami kenaikan sekitar Rp200 ribu per bulan dibandingkan 2017 yakni Rp2.388.000.

“Kalo kami mau jujur, angka nominal besaran upah minimum RpRp2.595.995 untuk saat ini memang seharusnya hanya diterapkan untuk pekerja singel atau belum menikah dan belum memiliki tanggungan (Anak, red)  dan memiliki masa kerja maksimal 1 tahun kerja. Sementara untuk pekerja yang sudah menikah dan memiliki tanggungan (Anak, red) serta bekerja sudah diatas 1 tahun tentunya angka atau nominal upah tersebut tentu saja tidak cukup, dalam artian jika diukur dalam upaya peningkatan kesejahteraan pekerja,” pungkasnya sambil tersenyum. YEN

 

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here