Home Pendidikan 21 Napi Ikut Kejar Pendidikan Paket B

21 Napi Ikut Kejar Pendidikan Paket B

0

PRABUMULIH. PE- Walau di balik jeruji besi, tak menyurutkan narapidana (napi) untuk melanjutkan pendidikannya. Seperti di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Kota Prabumulih, sebanyak 21 napi mengikuti program kesetaraan atau kejar paket B.

Kepala Rutan Kelas IIB, Ronaldo Devinci Talesa AmdIP SH mengatakan, program kejar paket B tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan napi Rutan. Tidak hanya berupaya membekali dengan bekal pelatihan kerja saja, namun juga pendidikan untuk masa depan para napi.

“Supaya bisa mandiri, dan tidak kembali lagi ke rutan. Ketika keluar, napi sudah memiliki modal dan bekal untuk mengarungi hidup. Kita sendiri sangat berterima kasih telah dibantu PKBM Sehati dalam pemberian pendidikan kepada para napi melalui program kejar paket atau kesetaraan,” katanya, Selasa (13/2) siang.

Ronaldo berharap, kedepan setiap program kejar paket mulai dari paket A hingga C sudah ada di Rutan ini. Sehingga, bisa diikuti seluruh napi yang ingin mengikuti program tersebut untuk melanjutkan pendidikannya.

“Tidak hanya kejar paket B saja, tetapi kedepannya bisa juga kejar Paket A (setara SD) dan kejar paket C (setara SMA). Para 21 napi tersebut tampak serius mengikuti pendidikan kejar paket B setara SMP. Dengan bimbingan dua orang guru, setiap dua kali seminggu rutin datang ke Rutan untuk mengajar dan berbagi ilmu,” bebernya.

Senada Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan (Kasubsi Peltah) Rutan Kelas IIB Kota Prabumulih, Ermiadi, SSos menerangkan, jika program kejar paket B di Rutan Klas IIB ini sudah memasuki tahun kedua.

“Sekarang ini 21 napi tersebut sudah kelas 2 SMP. Untuk kejar paket C, tahun ini kemungkinan ada dan kita masih menunggu dananya turun. Program kejar paket B ini bekerjasama dengan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Sehati setiap dua kali seminggu, Selasa dan Kamis napi belajar,” terangnya.

Ermiadi mengungkapkan, meski berada di dalam penjara, namun para napi ini masih punya hak untuk mendapatkan pendidikan. Selain itu, napi yang ikut program tersebut akan memberikan nilai plus atau bekal untuk bagi dirinya sendiri. “Bisa menjadi bekal dirinya, tidak hanya menjalani hukuman atas pertanggungjawaban perbuatannya, tetapi berhasil mendidik dirinya sendiri akan pentingnya pendidikan,” pungkasnya. RAY

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here