Home Headline News Selama Cuti, Iskandar Berharap Pelayanan Jangan Berhenti

Selama Cuti, Iskandar Berharap Pelayanan Jangan Berhenti

0

KAYUAGUNG, PE – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H Iskandar SE yang juga merupakan Bakal Calon Bupati OKI 2019-2024, akan mulai cuti pada 15 Februari mendatang.

H Iskandar SE mengaku sebelum cuti, dirinya akan menyelesaikan administrasi dan lainnya. “Selama cuti, siapapun pelaksana tugas bupati, diharapkan pelayanan ataupun program Pemkab OKI jangan berhenti dan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ungkap H Iskandar SE.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) OKI, H Antonius Leonardo MSi menjelaskan, selama Bupati menjalani masa cuti, jabatan sementara akan diemban Pelaksana Tugas (PLT) bupati.

“Itu sesuai dengan undang-undang No 23/2014 tentang pemerintah daerah. Jika bupati berhalangan sementara, tugas dan wewenang akan diserahkan kepada PLT kepala daerah. PLT dalam hal ini, wakil bupati yang nanti akan menggantikan berdasarkan SK Gubernur,” kata H Antonius, Minggu (11/2).

Antonius menuturkan, pada Rabu (14/2) Gubernur Sumsel akan memanggil dan menyerahkan SK kepada Pelaksana Tugas Bupati OKI. Terkait kewenangannya, masih sama dengan wewenang bupati. Hanya saja, fasilitas plt tetap menggunakan fasilitas sebagai wakil bupati.

“Seperti tanda jabatan itu tetap sebagai wakil bupati. Jadi fasilitas mobil dan rumah tetap sebagai Wakil Bupati,” terangnya.

Antonius menambahkan, mengenai tugas dan kewenangan protokoler, PLT akan mendapatkan hak dan wewenangnya sebagai Bupati selama empat bulan ke depan.

“Jadi hal yang menyangkut keprotokolan dan wewenang termasuk penandatanganan anggaran itu diperkenankan. Tapi untuk fasilitas, masih melekat pada jabatan wakil bupati,” jelasnya.

Ketua KPUD OKI, Dedi Irawan SIP MSi didampingi Idham Halik menegaskan, berdasar PKPU Nomor 4/2017 terutama Pasal 64, calon incumbent dalam melaksanakan kampanye wajib mengajukan izin cuti di luar tanggungan negara selama masa kampanye.

“Cuti kampanye itu pada saat dimulainya kampanye, sampai pada berakhirnya tahapan kampanye. Jadi, jumlah hari cuti untuk kandidat incumbent selama 129 hari dimulai dari 15 Februari sampai 23 Juni,” ucap Dedi.

Merujuk PKPU Nomor 1/2017, bentuk kampanye yang dimaksud terdiri dari pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka dan dialog, penyebaran bahan kampanye, pemasangan alat peraga, debat publik/terbuka serta kampanye melalui media masa, cetak dan elektronik. IAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here