Home Uncategorized Komitmen Mitra Ogan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Komitmen Mitra Ogan untuk Kesejahteraan Masyarakat

0

SEKAYU,PE- PT Perkebunan Mitra Ogan tetap berkomitmen dalam mensejahterakan masyarakat, melalui program pola kemitraan.  Hal itu ditegaskan langsung oleh Direktur Keuangan, Umum dan SDM, Fikri Al Ansyor, kepada warga dari 10 desa di dua kecamatan yang meminta lahan mereka dikembalikan, karena hasilnya hingga saat ini belum dinikmati lantaran lahan plasma.

Penegasan tersebut dilakukan Fikri, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Banmus DPRD Muba, Selasa (6/3). Fikri menerangkan, belum diberikannya hasil kepada warga sendiri dikarenakan beberapa faktor, yang mana di Muba sendiri Mitra Ogan mengelola 4.300 hektare lahan inti dan 2.900 hektare lahan plasma. Hanya saja dari seluruh lahan plasma, 1.300 hektare yang berhasil ditanam, sementara sisanya sekitar 1.591,13 hektare mati.

“Matinya ribuan hectare lahan plasma tersebut disebabkan berbagai faktor, seperti karena banjir, kebakaran, dan lainnya. Bahkan, kita sudah tiga kali menanam ulang tapi tetap gagal. Hal ini lah menjadi kendala, kenapa belum dibagikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Kendati begitu, Fikri menegaskan, jikapun plasma yang masih hidup seluas 1.300 hektare hendak dibagikan, harus dimusyawarah secara menyeluruh dengan seluruh pihak agar pembagian tidak menimbulkan permasalahan dan semua masyarakat penerima plasma rata mendapatkannya. “Kita berkomitmen, dan siap apa yang harus disepakatin,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Muba, Abusari H Burhan, mengatakan bahwa masyarakat telah menyerahkan lahan, namun sampai saat ini masyarakat tidak mendapatkan hasil apapun. Sehingga, diperlukan penyelesaian secara menyeluruh.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara pihaknya, PT Mitra Ogan, Polres Muba, Pemkab Muba, dan masyarakat, didapatkan sejumlah keputusan. Dimana Pemkab Muba diberi waktu paling lambat satu bulan untuk membentuk tim investigasi lapangan tentang hak kepemilikan plasma, karena diduga ada orang yang tidak memiliki lahan, namun mendapatkan plasma.

“Lalu, meminta Pemkab Muba melalui Dinas Koperasi dan UKM untuk segera melakukan penyegaran KUD. Karena Ketua KUD bukan maneger perusahaan, berhak jadi ketua adalah masyarakat yang menyerahkan lahan,” jelasnya.

Selain itu, disepakati bahwa PT Mitra Ogan diharuskan melakukan pembersihan lahan, memperbaiki akses jalan dan jembatan paling lambat tiga bulan sejak saat ini. “Hasil produksi 1.300 hektare lahan plasma yang ada saat ini, setelah dipotong biaya operasional, harus dibagi ratakan kepada seluruh masyarakat yang telah menyerahkan lahannya. Masyarakat juga diminta menjaga kebun perusahaan, karena merupakan milik masyarakat sendiri,” tandasnya.SAF

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here