Home Parlemen & Politik Gema Pilkada di Nusantara

Gema Pilkada di Nusantara

0
Oleh : Lamtasim Dasustra
Oleh : Lamtasim Dasustra

PILKADA adalah merupakan kegiatan lima tahunan, perhelatan tersebut sudah berlangsung sejak lahirnya Pemerintahan Reformasi , dan berlanjut hingga kini. Namun Pilkada  yang akan dilaksanankan kali ini lebih istimewa, yaitu dilaksanakan serentak secara bersamaan di beberapa Daerah yang akan dilaksanakan pada tahun 2018, kemudian setelah itu akan dilanjutkan dengan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta  bersamaan dengan pemilihan Anggota  Legislatif yang akan dilaksanakan pada tahun 2019. Sehingga Pilkada kali ini mengandung makna yang amat penting dan strategis.

Pilkada kali ini banyak mengandung makna secara Ilmu Ketatanegaraan, karena   dilaksanakannya dengan peserta yang begitu banyak, dan belum pernah ada selama ini.  Yakni peserta  Pilkada serentak, baik itu pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota di berbagai daerah, yang jumlahnya tidak tanggung-tanggung , yakni sebanyak 171 Daerah.

Gema gemuruh di 171 Daerah sudah dimulai, genderang pertarungan telah ditabuh, masing-masing peserta kontestasi Pilkada telah membunyikan peluitnya, suara peluit beraneka ragam, tergantung besarnya peluit yang digunakan. Bagi peserta kontestasi yang besar modalnya, maka peluit yang digunakan lebih besar, sehingga gaung bunyi peluitnya dapat menjangkau sampai-sampai ke pelosok-pelosok pedalaman nun jauh di sana.

Setiap peserta kontestasi dalam Pilkada akan menyuarakan keunggulan masing-masing, dan tidak jarang mengklaim dirinya yang paling baik dan layak untuk dipilih dari yang lain, dan bahkan tidak jarang menyudutkan pihak lain.  Sehingga banyak terjadi pelanggaran dan  kecurangan-kecurangan disana sini, peserta Pilkada ada yang muka baru, namun tidak jarang ada berasal dari  Incumben/Pejabat yang sedang berkuasa atau keluarga Incumben, sehingga keberpihakan kemungkinan bisa terjadi dengan menggunakan segala macam sarana kekuasaan yang sedang dipegang.

Untuk mengatasi agar tidak terjadi kecurangan-kecurang dalam pelaksanaan Pilkada serentak tersebut, maka peranan Komisi Pemilihan Umum Pusat dan Daerah (KPUP dan KPUD) beserta Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) sangat memegang peranan penting, karena kedua Lembaga tersebut tidak boleh berpihak kemanapun.

Seandai kedua Lembaga tersebut berpihak kepada salah satu pihak saja, maka Pilkada serentak tersebut kurang memberikan keadilan, sehingga mengakibatkan kemenangan yang diperolah oleh salah satu pihak kontestasi   kurang mendapatkan  Legitimitimasi  dimata masyarakat, dan bahkan mencedrai keadalian dan kejujuran yang berlaku secara keadaban. Keberpihakan Lembaga Penyelenggara Pilkada serentak tersebut tidak dibenarkan, karena dapat merusak tatanan kehidupan Berbangsa dan Benegara. Lembaga penyelenggara Pemilu harus benar-benar streril dari pengaruh pihak manapun.

Memang Lembaga Penyelenggara Pemilu tentu banyak godaan, maklum banyak yang berkepentingan, dan masing-masing ingin berkuasa, syahwat kekausaan acapkali mengalahkan akal sehat dan membunuh rasa keadilan yang sedang ditumbuh kembangkan ditengah-tengah masyarakat.

Kejadian yang baru  diakhir-akhir ini, yaitu terjadinya sengketa beberapa Partai Politik, antara lain Partai Bulan Bintang (PBB) dengan Lembaga Penyelenggara Pemilu, ini sudah dapat dikategorikan kekurang cermatan atau kurang profesionalnya Lembaga Penyelenggara Pemilu tersebut, kita berharap  kesalahan ini  bukan karena factor kesengajaan, karena adanya permintaan, tapi lebih disebabkan karena kehilafan belaka.

Pengawasan terhadap penyelenggaraan pemilu serentak harus juga dilakukan oleh masyarakat, dimana masyarakat dapat memantau dengan cermat serta mewaspadai kemungkinan terjadinya kecurangan  yang akan dilakukan oleh berbagai pihak, baik  oleh Partai Politik maupun oleh pihak penyelenggara sendiri. Oleh karena itu keterbukaan arus informasi harus dibuka seluas-luasnya, guna menghindari kemungkinan terjadinya kecurangan-kecurangan didalam penyelenggaraan Pilkada serentak dimaksud.

Peran masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat, Tokoh-tokoh  Agama dan sebagainya,  harus difungsikan, dan yang  tidak kalah pentingnya adalah peran Aparat Keamanan agar bertindak netral dan profesional dalam bertugas, sehingga Pilkada dapat terlaksana dengan  aman, damai dan berkualitas.

Kepada masyaraakat luas ada beberapa  Tips  yang harus diperhatikan sebagai panduan didalam memilih Calon seorang  Pemimipn di Daerahnya masing-masing, antara lain;

  1. Pilihlah Calon Pemimpin yang mempunyai Integritas tinggi, Rekam Jejaknya selama ini tidak pernah menyakiti Rakyat, hal ini dapat kita lihat dari kiprahnya selama memegang kekuasaan di Daerah, dimana yang bersangkutan di Calonkan,
  2. Kepedulian Calon Pemimipn terhadap Agama, seringkali Calon Pemimpin yang ikut dalam kontestasi Pilkada mendadak menjadi santun, Alim dan rajin mengunjungi para Ulama, Pesantren, Sholah di Masjid, mengunjungi Pasar, rama seketika dll. Pemimpin semacam ini, adalah Pemimipin karbitan, dan kurang membumi, sehingga hasilnya nantipun akan mengecewakan masyarakat itu sendiri,
  3. Calon Pemimpin harus punya gagasan besar untuk Daerah yang akan dipimipinnya, bukan pemimpin yang hanya mampu menciptakan PENCITRAAN belaka, dan hanya mengandalkan uang untuk membeli suara rakyat. Pemimpin seperti ini bisa jadi nantinya hanya akan mencari keuntungan guna mengembalikan modal yang sudah disebarnya.
  4. Carilah Pemimpin yang teduh, hidup bersahaja,dan lain-lain, hal ini tergambarkan dari kehidupan Calon Pemimpin selama ini yang hidup ditengah-tengah masyarakat luas, apakah yang bersangkutan mampu memberikan pengayoman kepada masyarakat, dan tidak berpihak kepada kekuasaan belaka, tanpa menghiraukan kehidupan masyarakat yang semakin hari semakin terhimpit dalam kehidupan ekonomi. Pemimpin yang hidupnya glamor, baru mengenal atau menyapa masyaraakat saat  punya hasrat untuk mengejar kekuasaan, dan selama ini  acu taka cu atau masa bodoh dengan masyarakat.
  5. Carilah Pemimpin yang membela kepentingan rakyat banyak, bukan membela kepentingan para pemodal, pemimpin semacam ini bisa jadi kelak akan mmenjual Bangsa dan Negara yang kita rcintai ini, karena dengan kekuasaan yang digenggamnya , yang bersangkutan dapat bertindak semena-mena terhadap rakyatnya, dan tidak segan-segan mengorbankan rakyat demi kepentingan pemilik modal yang dijadikan kipilat kekuasannya.

Oleh karena kepada masyarakat harus berhati-hati dalam memilih pemimpin, karena masa depan kalian sudah digadaikan selama lima tahun kedepan.

Masih banyak lagi cirri-ciri Calon Pemimpin yang layak untuk dipilih, namun kelima poin Tips diatas sekurang-kurangyna sudah dapat menjadi panduan kita untuk menentukan pilihan kita didalam memilih Pemimpin di Daerah kita masing-masing.

Carilah Pemimpin yang mempunyai Gagasan Besar untuk membangun Daerahnya, karena gagasanlah yang akan melahirkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Pemimpin tidak mungkin mmenghasilkan karya yang pondamental tanpa disertai gagasan besar. Karya besar dilahirkan oleh gagasan besar.

Oleh karena itu kepada Calon Pemimpin bertarunglah kalian dimedan laga Pilkada dengan mempertarungkan GAGASAN BESAR KALIAN, bukan hanya didorong oleh syahwat kekuasaan semata.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here